Manusia Dan Islam: 03/01/2009 - 04/01/2009

Selasa, 31 Mac 2009

RENUNGAN TENTANG UMUR MANUSIA - UMUR PERTAMA

Assalamualaikum.

Bertemu kita kembali, baru baru ini saya ada membaca sebuah buku yang bertajuk Renungan Tentang Umur Manusia hasil karya Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad terbitan Al-Mizan.

Banyak perkara yang dikupas dan memberi kefahaman baru apa yang tidak saya ketahui tentang perjalanan-perjalanan umur kita ini. Dalam kesempatan yang ada di dalam alam maya ini saya ingin berkongsi buku ini bersama-sama semua pembaca sekelian. Moga dengan cara ini saya dapat berkongsi ilmu tentang umur manusia ini bersama-sama.

Saya akan pecahkan 5 peringkat umur ini satu persatu didalam entri blog ini. Semoga semua pembaca dapat membaca peringkat 1 hingga 5 dengan mudah.

.....................................................................................


RENUNGAN TENTANG UMUR MANUSIA

oleh: Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad
penerbit: Mizan

Di mana aku sebelum dilahirkan? Apa tugasku dalam kehidupan dunia ini? Kemana kita pergi setelah mati? Apa yang terjadi dengan umur kita yang semakin hari semakin berkurang ini? seringkali pertanyaan-pertanyaan demikian mengusik kita. Penjelasan yang cukup menarik untuk kita renungkan mengenai umur manusia ini dijabarkan dalam karya besar ulama dan sufi terkenal Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad. Dalam karyanya, beliau menjabarkan secara rinci tentang perjalanan hidup manusia, di mana pada intinya kehidupan manusia terbagi pada lima tahapan umurnya:

1. Masa perpindahannya sejak pertama dalam tulang sulbi para ayah dan rahim para ibu sebelum dilahirkan.
2. Masa kehidupan di dunia sejak ia dilahirkan dan diwafatkan oleh Allah SWT.
3. Masa tinggal di alam Barzah sejak wafat hingga dibangkitkan kembali.
4. Masa tinggal di padang Mahsyar sejak dibangkitkan hingga diputuskan amalnya oleh Allah SWT.
5. Masa kehidupan di alam yang kekal dalam kenikmatan surga atau dalam kepedihan neraka.

Apa yang saya postingkan ini adalah 100% berasal dari buku karya beliau, tentunya dengan segala keterbatasan dan kekurangan saya yang masih awam ini. Semoga Allah SWT memberi petunjuk demikian juga para salik sekalian. Amin.

....................................................................................


1. UMUR PERTAMA

Saat Allah SWT menciptakan Adam a.s. Dia menyimpankan zurriyat di tulang punggungnya yaitu kaum ahli kanan (ahlul-yamin) dan kaum ahli kiri (ahlul-simal). Allah SWT pernah mengeluarkan semua zurriyat ini dari tulang punggung Adam a.s. pada hari Mitsaaq (hari pengambilan janji manusia untuk mengakui keeasaan dan ketuhanan Allah SWT di Na'man, lembah dekat padang Arafah) sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. 7;172 : '' Dan ketika Tuhan kamu mengeluarkan keturunan Adam dari punggungnya dan Ia mengambil kesaksian dari mereka dengan berfirman: 'Bukankah Aku ini Tuhan kamu ?' mereka menjawab: 'Ya, kami menjadi saksi.' Demikianlah supaya kamu di hari kiamat nanti tidak mengatakan: 'Kami ini lalai dari perkara itu'".

Ayat ini membuktikan bahwa zurriyat Adam telah memiliki wujud dan pendengaran namun mereka berada dalam tingkatan wujud yang lain. Bukan pada tingkatan wujud seperti yang tampak pada dunia ini. Dalam riwayat Tirmidzi dari Abu Hurairah disebutkan, ketika Allah SWT mengeluarkan zurriyat dari Adam a.s. lalu dilihat oleh Adam seorang dari mereka gagah perawakannya maka bertanyalah Adam tentang dia, Adam diberitahu bahwa itu adalah anaknya, Daud a.s. lalu Adam bertanya kepada Allah SWT "berapa usia Daud yang telah Engkau tetapkan?" Jawab Allah SWT: ' "Enampuluh tahun". Adam kemudian memohon agar Daud dipanjangkan usianya. Maka Allah SWT berfirman : " Itulah usianya yang telah Aku tetapkan ". Berkata Adam a.s. : " Aku ingin menambahkannya empat puluh tahun dari usiaku". Dan sebelum itu Allah SWT telah menetapkan umur Adam seribu tahun.

Ketika nabi Musa a.s. melihat di dalam Taurat, tersebut suatu umat yang sifat-sifatnya amat menarik dan perilakunya sangat baik dan mulia, beliau bertanya kepada Allah SWT, Siapakah gerangan umat itu ? Siapa nabi yang diutus kepadanya ? nabi Musa memohon supaya umat tersebut menjadi umatnya, maka Allah SWT berfirman: " Umat itu ialah umat Ahmad (Muhammad) ". Nabi Musa memohon kepada Allah agar menampakkan umat itu kepadanya, kemudian Allah menampakkan umat itu kepada nabi Musa sebagaimana firman Allah SWT : " Dan tidaklah engkau (Muhammad) berada di dekat gunung Thur (Sina) ketika kami memanggil ... " (QS 28;46).

Hal ini merupakan bukti bahwa zurriyat manusia itu sudah ber"wujud" sebelum lahir di dunia ini. Demikian pula Rasulullah saw., sudah ber"wujud" dengan wujud yang lebih lengkap dan sempurna di dalam tingkatan umur pertama tersebut.

Sedangkan keutamaan umat Muhammad saw (al ummah al-Muhammadiyah) telah banyak disinggung dalam hadist-hadist beberapa di antaranya:

Berkata Wahab bin Munabbih (rahimahullah): " Ketika Musa a.s. membaca lauh-lauh (papan bertulis), terlihat olehnya sifat-sifat kelebihan umat Muhammad saw., lalu beliau berkata: ' Ya Tuhanku siapakah gerangan umat yang dirahmati seperti yang kudapati dalam lauh-lauh ini ?' maka berfirman Allah SWT: ôItulah umat Muhammad. Mereka rela dengan rezeki sedikit yang aku berikan kepadanya, maka Aku pun rela dengan amalan yang sedikit dari mereka. Akan Aku masukkan mereka ke dalam surga dengan kesaksian Laa ilaaha illallah !

Berkata Musa a.s.: 'Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan wajah-wajah yang bercahaya laksana bulan purnama. Jadikan lah mereka itu umatku ya Allah!' berfirman Allah: ' Mereka itu adalah umat Muhammad. Aku bangkitkan mereka pada hari kiamat dengan wajah bersinar dan bercahaya disebabkan bekas-bekas wudhu dan sujud mereka'.

Berkata Musa a.s.: 'Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang berkain Selendang di pundak dan bersenjatakan pedang di bahu masing-masing. Mereka itu orang-orang yang senantiasa bertawakkal dan dadanya penuh keyakinan. Mereka menyerukan nama Allah di hadapan tiap-tiap rumah Allah untuk berjihad diatas kebenaran, sehingga akhirnya merekapun membunuh Dajjal. Jadikanlah mereka itu umatku!'. Berfirman Allah: ' Tidak! mereka itu umat Muhammad.'

Berkata Musa a.s. : 'Aku dapati di dalam lauh-lauh ini suatu umat yang bershalat lima kali sehari semalam, sehingga terbukalah pintu-pintu langit dan turunlah rahmat bagi mereka. Jadikanlah mereka itu umatku, ya Allah!' Berfirman Allah : 'Mereka itu adalah umat Muhammad'

Berkata Musa a.s. : 'Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang berpuasa di bulan ramadhan untuk-Mu, lalu Engkau mengampuni segala kesalahan mereka sebelum mereka itu. Jadikanlah mereka itu umatku!' berfirman Allah: 'Mereka itu umat Muhammad'

Berkata Musa a.s. : 'Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang mengunjungi Baitul Haram (Ka'bah) karena-Mu, tiada keperluan lain kecuali itu. Mereka hanya meratap dan menangisi diri sendiri serta mengumandangkan suara takbir membesarkan nama-Mu. Jadikanlah mereka umatku!' berfirman Allah: 'Mereka itu umat Muhammad.' Musa berkata lagi: 'Apakah ganjaran mereka atas perbuatan itu?' jawab Allah: 'Aku akan menambahkan bagi mereka maghfirah (ampunan) dan akan aku izinkan mereka memberi syafaat (do'a pertolongan) kepada siapa saja yang datang sesudah mereka.'

Berkata Musa a.s. : 'Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang memohon ampun atas dosa-dosanya. Mereka menyuapkan suatu makanan ke dalam mulutnya. Belum sampai makanan itu ke dalam perutnya, dosa-dosa itu telah diampunkan oleh Allah. Mereka menyuapkan makanan itu dengan menyebut nama-Mu dan mengakhirinya dengan mengucapkan syukur dan memuji-Mu. Jadikanlah mereka itu umatku!' berfirman Allah: 'Mereka itu adalah umat Muhammad.'

Berkata Musa a.s. : 'Ya Tuhanku! Aku dapati di dalam lauh-lauh ini suatu umat yang apabila bercita-cita untuk melaksanakan suatu kebajikan, kemudian tidak dilaksanakannya, akan dicatatkan satu kebajikan. Tetapi bila dilaksanakan kebajikannya itu dicatatkan baginya sepuluh kali lipat dari kebaikan itu, atau sehingga menjadi tujuh ratus kali lipat pahalanya. Jadikanlah mereka umatku!' berfirman Allah: 'Mereka itu adalah umat Muhammad.'

Berkata Musa a.s. : 'Ya Tuhanku! Aku dapati di dalam lauh-lauh ini suatu umat yang apabila mereka berniat melakukan suatu kejahatan, kemudian tidak dilakukannya, tidaklah dicatatkan baginya suatu dosa. Akan tetapi jika diteruskan cita-citanya itu dengan mengerjakan satu kejahatan barulah dicatatkan baginya satu dosa. Jadikanlah mereka itu umatku!'. Berfirman Allah: 'Mereka itu umat Muhammad.'

Berkata Musa a.s. : 'Ya Tuhanku! Aku dapati di dalam lauh-lauh ini suatu umat, mereka itu sebaik-baik manusia. Mereka menyuruh berbuat baik dan melarang perbuatan jahat, jadikanlah mereka itu umatku!'. Berfirman Allah: 'Mereka itu umat Muhammad.'

Berkata Musa a.s. : 'Ya Tuhanku! Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang dibangkitkan pada hari kiamat dalam tiga golongan. Satu golongan akan masuk ke dalam surga tanpa dihisab. Satu golongan lagi akan dihisab dengan hisab yang ringan saja. Dan golongan terakhir disucikan dari segala dosanya, lalu merekapun masuk ke dalam surga. Jadikanlah mereka itu umatku!'. Berfirman Allah: 'Mereka itu umat Muhammad.'

Berkata Musa a.s. : 'Ya Tuhanku! Engkau telah menganugerahkan segala kebaikan kepada Muhammad beserta umatnya, maka jadikanlah aku sebagai umatnya!'. Berfirman Allah SWT: "Wahai Musa, sesungguhnya Aku telah memilihmu di antara manusia untuk menyampaikan risalah dan kalam-Ku, maka terimalah apa yang akan Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau menjadi orang-orang yang bersyukur." (Q.S.7:144)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. pada suatu hari bertanya kepada sahabat-sahabatnya: "Apa yang kalian katakan mengenai firman Allah berikut ini :

" Dan tidaklah engkau berada dekat bukit Thur (Shina) ketika Kami menyeru ..." (Q.S. 28:46)

'Allah dan Rasul-Nya sajalah yang lebih mengetahui.' Maka bersabda beliau: "Ketika Allah berbicara dengan Musa a.s., maka Musa berkata:"Ya Tuhanku adakah Engkau telah menciptakan seorang mahluk yang lebih mulia di sisi-Mu daripda aku ? Engkau telah memilihku di antara banyak manusia dan Engkau berkata kepadaku di gunung Thur Shina.' Allah berfirman: 'Wahai Musa, tidakkah engkau mengetahui bahwasannya Muhammad itu lebih mulia di sisi-Ku daripada semua mahluk-Ku? Sudah Kuteliti semua kalbu hamba-Ku, maka tidak Aku dapati satu kalbupun yang lebih merendah daripada kalbumu. Oleh karena itu Aku memilihmu di antara sekalian manusia untuk menyampaikan risalah dan kalam-Ku. Maka hendaklah engkau mati dalam keadaan mengesakan Aku (bertauhid) dan juga dalam mencintai Muhammad saw.'

Berkata Musa a.s.: 'Ya Tuhanku! adakah di muka bumi ini suatu kaum yang lebih mulia di sisi-Mu daripada kaumku? Engkau telah melindungi mereka dengan awan kemawan. Engkau turunkan Manna dan Salwa dari langit untuk makanan mereka.' Allah berfirman: 'Wahai Musa, tidakkah engkau mengetahui bahwasannya kelebihan umat Muhammad atas semua umat yang lain laksana kelebihan-Ku atas sekalian mahluk-Ku?'

Berkata Musa a.s.: 'ya Tuhanku, izinkanlah aku untuk melihat mereka (umat Muhammad)!' Allah berfirman:'Engkau tidak akan dapat melihat mereka. Tetapi jika engkau ingin mendengar suara mereka, dapatlah Aku memperdengarkan padamu.' Berkata Musa: 'Baiklah, aku mau.' Befriman Allah SWT: ''Wahai umat Muhammad!' maka sekalian umat Muhammad menyahut bersama-sama dengan suara yang keras:'Labbaikallahumma Labbaik!' (kami datang kepada-Mu ya Allah, kami datang), sedangkan ketika itu mereka masih berada dalam tulang sulbi ayah-ayah mereka."

ps:lauh-lauh adalah papan tulis atau kertas tulis

tamat umur pertama

Reblog this post [with Zemanta]

Jumaat, 27 Mac 2009

Perlukah Kita menjadi Hamba Wang

Ada wang semua boleh jadi, no money no talk, ada duit hati senang, pokoknya wang menjadi satu keperluan besar dalam kehidupan. Berbohonglah jika ada yang kata tak perlukan wang untuk menjalani kehidupan seharian. Masakan tidak, kehidupan seharian, keadaan sekeliling memerlukan wang untuk menjalani rutin harian hatta masuk tandas awam hari ini pun dikenakan bayaran !

Manusia boleh jadi kelabu mata apabila ditimbunkan wang dihadapannya. Jika tidak tak akan ada kes pecah amanah, gelap duit syarikat atau rompakan yang melibatkan mereka yang berkedudukan atau beruang (berwang)! Allah SWT mengingatkan hamba-Nya bahawa harta, kuasa dan anak adalah ujian. Kemewahan dan kesenengan yang dianugerahkan adakalanya menjadi ujian dan dugaan yang akhirnya tidak mampu ditanggung.

Allah SWT memperingatkan lagi yang paling penting ialah iman dan amal, jika diri dibekalkan dengan kedua-duanya pasti segala kemewahan dan kesenangan yang diperolehi dimanfaat dengan sebaik--baiknya malah rezeki semakin bertambah dari hari ke sehari. Namun tidak ramai yang sedar hakikat kepentingan iman dan amal ini. Apabila mendapat sedikit kemudahan, mula lupa diri. Lupa dari mana asal kita. Tidak seperti menuding jari ke arah siapa, cukup sebagai contoh seperti yang berlaku kepada sahabat di zaman Rasulullah SAW dahulu.

Kisah Abu Tha'labah seorang sahabat yang terlalu miskin sehingga terpaksa berkongsi kain sembahyang dengan isteri. Setiap kali selepas solat berjamaah beliau tergesa-gesa pulang ke rumah tanpa sempat berdoa. Keadaan ini berlarutan sehingga Rasulullah kehairanan. Suatu hari baginda bertanya Tha'labah akan hal keadaannya. Tha'labah menjawab, "Bukan aku tidak mahu berdoa ya Rasulullah, tetapi aku terpaksa pulang untuk memberikan kain sembahyangku ini kepada isteriku, aku mohon agar engkau ya Rasulullah doakanlah aku menjadi kaya".

Rasulullah menolak permintaan Tha'labah dengan alasan kekayaan aan menjadikannya lupa diri. Tha'labah masih merayu agar rasulullah mendoakannya dan berjanji beliau tidak akan lupa diri. Setelah lama merayu akhirnya Rasulullah bersetuju mendoakannya. Setelah itu, wahyu sampai. Tha'labah diberi sepasang kambing. Lama-kelamaan kambing tersebut membiak sehingga beliau tidak ada masa lagi untuk berjamaah di masjid. sampai satu ketika Rasulullah menghantar utusan untuk menyedarkannya.

Malangnya Tha'labah semakin sombong hingga tidak mahu mendengar apa-apa utusan walaupun datangnya dari Rasulullah. Baginda memohon petunjuk daripada Allah SWT agar menyedarkan Tha'labah. Akhirnya ternakannya diserang penyakit dan mati sehingga beliau jatuh papa. Beliau memohon ampun dari baginda Rasulullah tetapi tidak dimaafkan sehingga baginda wafat. Hingga zaman pemerintahan Saidina Abu Bakar beliau masih memohon maaf, Saidina Abu Bakar mengatakan, "Jika rasulullah tidak memaafkanmu, bagaimana aku perlu memaafkanmu?"

Terkandung seribu pengajaran dari kisah tersebut, jika benar-benar menghayatinya, istighfarlah panjang-panjang. Jangan menjadi hamba kepada duit, belum tentu ia menjamin kebahagian hidup. Wang bukan penyelesai segala-galanya. Jika tamakkan harta, amanah yang dipertanggungjawabkan boleh langsai sekelip mata. Jika zakat atau sebagainya, jagalah sebaik mungkin. Syukurlah dengan rezeki yang ada. Allah SWT menjanjikan rezeki lebih, berusahalah dengan cara halal tanpa menindas pihak lain, berusahalah dengan cara disuapkan kepada anak, isteri menjadi darah daging sehingga membentuk peribadi mereka.

Renung dan hayatilah.

ditulis oleh Fauzynm (moga Allah memberkati)

Reblog this post [with Zemanta]

Rabu, 25 Mac 2009

Persoalan Hati Seorang Manusia, Kenapa?

Assalamualaikum...

Hati. Kita semua mempunyai hati dan perasaan. Adakah kita ini bijak dalam mengawal hati dan perasaan.

Hati dan perasaan sering tertanya-tanya, sering berkata-kata kenapa... kenapa..dan kenapa?
Dari mula kita dilahirkan kita telah didengarkan dengan kalimah Allah. Dibesarkan
dengan kalimah-kalimah Allah yang sering ibu kita bisikkan ditelinga. Apabila kita sudah mula pandai berfikir diajarkan pula tentang Islam oleh bapa dan Ibu kita. Diajar kita membaca Al-qur'an dan solat lima waktu. Alhamdulillah apabila meningkat dewasa kita telah ditanam iman didalam jiwa. Walaupun siapa kita iman yang tumbuh dijiwa tetap ada. Cuma usaha kita sendiri menjaga iman yang telah ditanam itu supaya dan terus subur.

Tetapi mangapa? apabila ditimpa musibah kita jadi lemah. Kita jadi seperti hilang pedoman. Sedangkan semua itu kita telah tahu dan kita telah baca.
Rupanya masih belum cukup untuk kita... Kita membaca Al-qur'an tetapi tidak pernah cuba memahami kandungannya. Maka diri kita Ibarat masih berjalan didalam gelap.

Maka dengan itu hati kita ini mudah dijajah oleh Syaitan dengan persoalan yang meragui Iman kita...

Disini saya rungkaikan persoalan yang sering berlegar-legar di dalam jiwa dan disertakan jawapan yang sememangnya telah kita semua baca dan ketahui tetapi tidak pernah cuba untuk memahaminya.

Moga apa yang saya cuba rungkaikan ini memberi keinsafan kepada mereka-mereka yang masih tertanya-tanya.


KENAPA AKU DIUJI?

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."

-Surah Al-Ankabut ayat 2-3


KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."

-Surah Al-Baqarah ayat 216


KENAPA SUSAH SANGAT UJIAN INI?

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."

-Surah Al-Baqarah ayat 286


RASA FRUST? TENSION? LEMAH SEMANGAT?

"Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman."

- Surah Al-Imran ayat 139


BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah- daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)."


-Surah Al-Imran ayat 200

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"

-Surah Al-Baqarah ayat 45


APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?


"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ..

-Surah At-Taubah ayat 111


KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal."

-Surah At-Taubah ayat 129


ARGHHH AKU TAK TAHAN!!! AKU DAH BOSAN!!

"... .. dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir."

-Surah Yusuf ayat 12


Reblog this post [with Zemanta]

Isnin, 23 Mac 2009

Sanggupkah berlapar seperti Rasulullah?

Assalamualaikum...

Apa yang anda semua makan hari ini? Mesti kenyangkan...
Sesungguhnya bersyukur kita kerana diberi sedikit kemewahan di dunia ini. Walau pun tidak semua tapi tentang bab makan kita mesti mampu.

Zaman tak seperti dulu lagi. Kadang-kadang teringat zaman kanak-kanak saya dulu. Nak makan KFC jauh sekali. Limpahan rezeki semuanya datang dari Allah. Siapa yang berusaha maka diberilah ganjaran dengan usaha yang dilakukan.

Apa yang kita makan hari ini sebenarnya menentukan kesihatan di masa depan. Pilihlah makanan yang sesuai dengan diet yang bermutu. Apabila kita sihat maka mudahlah kita beribadat. Insyaallah.

Hari ini saya ingin berkongsi kisah tentang Rasulullah yang sentiasa berlapar. Bagaimana Kekasih Allah menahan lapar? Mari sama-sama kita membaca kisah yang diceritakan oleh Sahabat-sahabat Rasulullah. Moga cerita ini memberi manfaat kepada kita semua.

Keadaan Lapar Rasulullah SAW


Muslim dan Tarmidzi telah meriwayatkan dari An-Nu'man bin Basyir ra. dia berkata: Bukankah kamu sekarang mewah dari makan dan minum, apa saja yang kamu mau kamu mendapatkannya? Aku pernah melihat Nabi kamu Muhammad SAW hanya mendapat korma yang buruk saja untuk mengisi perutnya!

Dalam riwayat Muslim pula dari An-Nu'man bin Basyir ra. katanya, bahwa pada suatu ketika Umar ra. menyebut apa yang dinikmati manusia sekarang dari dunia! Maka dia berkata, aku pernah melihat Rasulullah SAW seharian menanggung lapar, karena tidak ada makanan, kemudian tidak ada yang didapatinya pula selain dari korma yang buruk saja untuk mengisi perutnya.

Suatu riwayat yang diberitakan oleh Abu Nu'aim, Khatib, Ibnu Asakir dan Ibnun-Najjar dari Abu Hurairah ra. dia berkata: Aku pernah datang kepada Rasulullah SAW ketika dia sedang bersembahyang duduk, maka aku pun bertanya kepadanya: Ya Rasulullah! Mengapa aku melihatmu bersembahyang duduk, apakah engkau sakit? jawab beliau: Aku lapar, wahai Abu Hurairah! Mendengar jawaban beliau itu, aku terus menangis sedih melihatkan keadaan beliau itu. Beliau merasa kasihan melihat aku menangis, lalu berkata: Wahai Abu Hurairah! jangan menangis, karena beratnya penghisaban nanti di hari kiamat tidak akan menimpa orang yang hidupnya lapar di dunia jika dia menjaga dirinya di kehidupan dunia. (Kanzul Ummal 4:41)

Ahmad meriwayatkan dari Aisyah ra. dia berkata: Sekali peristiwa keluarga Abu Bakar ra. (yakni ayahnya) mengirim (sop) kaki kambing kepada kami malam hari, lalu aku tidak makan, tetapi Nabi SAW memakannya - ataupun katanya, beliau yang tidak makan, tetapi Aisyah makan, lalu Aisyah ra. berkata kepada orang yang berbicara dengannya: Ini karena tidak punya lampu. Dalam riwayat Thabarani dengan tambahan ini: Lalu orang bertanya: Hai Ummul Mukminin! Apakah ketika itu ada lampu? Jawab Aisyah: Jika kami ada minyak ketika itu, tentu kami utamakan untuk dimakan.
(At-Targhib Wat-Tarhib 5:155; Kanzul Ummal 5:155)

Abu Ya'la memberitakan pula dari Abu Hurairah ra. katanya: Ada kalanya sampai berbulan-bulan berlalu, namun di rumah-rumah Rasulullah SAW tidak ada satu hari pun yang berlampu, dan dapurnya pun tidak berasap. Jika ada minyak dipakainya untuk dijadikan makanan. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:154; Majma'uz Zawatid 10:325)

Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula dari Urwah dari Aisyah ra. dia berkata: Demi Allah, hai anak saudaraku (Urwah anak Asma, saudara perempuan Aisyah), kami senantiasa memandang kepada anak bulan, bulan demi bulan, padahal di rumah-rumah Rasulullah SAW tidak pernah berasap. Berkata Urwah: Wahai bibiku, jadi apalah makanan kamu? Jawab Aisyah: Korma dan air sajalah, melainkan jika ada tetangga-tetangga Rasulullah SAW dari kaum Anshar yang membawakan buat kami makanan. Dan memanglah kadang-kadang mereka membawakan kami susu, maka kami minum susu itu sebagai makanan. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:155)

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Aisyah ra. katanya: sering kali kita duduk sampai empat puluh hari, sedang di rumah kami tidak pernah punya lampu atau dapur kami berasap. Maka orang yang mendengar bertanya: Jadi apa makanan kamu untuk hidup? Jawab Aisyah: Korma dan air saja, itu pun jika dapat. (Kanzul Ummal 4:38)

Tarmidzi memberitakan dari Masruq, katanya: Aku pernah datang menziarahi Aisyah ra. lalu dia minta dibawakan untukku makanan, kemudian dia mengeluh: Aku mengenangkan masa lamaku dahulu. Aku tidak pernah kenyang dan bila aku ingin menangis, aku menangis sepuas-puasnya! Tanya Masruq: Mengapa begitu, wahai Ummul Mukminin?! Aisyah menjawab: Aku teringat keadaan di mana Rasulullah SAW telah meninggalkan dunia ini! Demi Allah, tidak pernah beliau kenyang dari roti, atau daging dua kali sehari.
(At-Targhib Wat-Tarhib 5:148)

Dalam riwayat Ibnu Jarir lagi tersebut: Tidak pernah Rasulullah SAW kenyang dari roti gandum tiga hari berturut-turut sejak beliau datang di Madinah sehingga beliau meninggal dunia. Di lain lain versi: Tidak pernah kenyang keluarga Rasulullah SAW dari roti syair dua hari berturut-turut sehingga beliau wafat. Dalam versi lain lagi: Rasulullah SAW telah meninggal dunia, dan beliau tidak pernah kenyang dari korma dan air.
(Kanzul Ummal 4:38)

Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Baihaqi telah berkata Aisyah ra.: Rasulullah SAW tidak pernah kenyang tiga hari berturut-turut, dan sebenarnya jika kita mau kita bisa kenyang, akan tetapi beliau selalu mengutamakan orang lain yang lapar dari dirinya sendiri. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:149)

Ibnu Abid-Dunia memberitakan dari Al-Hasan ra. secara mursal, katanya: Rasulullah SAW selalu membantu orang dengan tangannya sendiri, beliau menampal bajunya pun dengan tangannya sendiri, dan tidak pernah makan siang dan malam secara teratur selama tiga hari berturut-turut, sehingga beliau kembali ke rahmatullah. Bukhari meriwayatkan dari Anas ra. katanya: Tidak pernah Rasulullah SAW makan di atas piring, tidak pernah memakan roti yang halus hingga beliau meninggal dunia. Dalam riwayat lain: Tidak pernah melihat daging yang sedang dipanggang (maksudnya tidak pernah puas makan daging panggang). (At-Targhib Wat-Tarhib 5:153)

Tarmidzi memberitakan dari Ibnu Abbas ra. katanya: Rasulullah SAW sering tidur malam demi malam sedang keluarganya berbalik-balik di atas tempat tidur karena kelaparan, karena tidak makan malam. Dan makanan mereka biasanya dari roti syair yang kasar. Bukhari pula meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. katanya: Pernah Rasulullah SAW mendatangi suatu kaum yang sedang makan daging bakar, mereka mengajak beliau makan sama, tetapi beliau menolak dan tidak makan. Dan Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah SAW meninggal dunia, dan beliau belum pernah kenyang dari roti syair yang kasar keras itu. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:148 dan 151)

Pernah Fathimah binti Rasulullah SAW datang kepada Nabi SAW membawa sepotong roti syair yang kasar untuk dimakannya. Maka ujar beliau kepada Fathimah ra: Inilah makanan pertama yang dimakan ayahmu sejak tiga hari yang lalu! Dalam periwayatan Thabarani ada tambahan ini, yaitu: Maka Rasulullah SAW pun bertanya kepada Fathimah: Apa itu yang engkau bawa, wahai Fathimah?! Fathimah menjawab: Aku membakar roti tadi, dan rasanya tidak termakan roti itu, sehingga aku bawakan untukmu satu potong darinya agar engkau memakannya dulu! (Majma'uz Zawa'id 10:312)

Ibnu Majah dan Baihaqi meriwayatkan pula dari Abu Hurairah ra. katanya: Sekali peristiwa ada orang yang membawa makanan panas kepada Rasulullah SAW maka beliau pun memakannya. Selesai makan, beliau mengucapkan: Alhamdulillah! Inilah makanan panas yang pertama memasuki perutku sejak beberapa hari yang lalu. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:149)

Bukhari meriwayatkan dari Sahel bin Sa'ad ra. dia berkata: Tidak pernah Rasulullah SAW melihat roti yang halus dari sejak beliau dibangkitkan menjadi Utusan Allah hingga beliau meninggal dunia. Ada orang bertanya: Apakah tidak ada pada zaman Nabi SAW ayak yang dapat mengayak tepung? Jawabnya: Rasulullah SAW tidak pernah melihat ayak tepung dari sejak beliau diutus menjadi Rasul sehingga beliau wafat. Tanya orang itu lagi: Jadi, bagaimana kamu memakan roti syair yang tidak diayak terlebih dahulu? Jawabnya: Mula-mula kami menumbuk gandum itu, kemudian kami meniupnya sehingga keluar kulit-kulitnya, dan yang mana tinggal itulah yang kami campurkan dengan air, lalu kami mengulinya. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:153)

Tarmidzi memberitakan daiipada Abu Talhah ra. katanya: Sekali peristiwa kami datang mengadukan kelaparan kepada Rasulullah SAW lalu kami mengangkat kain kami, di mana padanya terikat batu demi batu pada perut kami. Maka Rasulullah SAW pun mengangkat kainnya, lalu kami lihat pada perutnya terikat dua batu demi dua batu. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:156)

Ibnu Abid Dunia memberitakan dari Ibnu Bujair ra. dan dia ini dari para sahabat Nabi SAW Ibnu Bujair berkata: Pernah Nabi SAW merasa terlalu lapar pada suatu hari, lalu beliau mengambil batu dan diikatkannya pada perutnya. Kemudian beliau bersabda: Betapa banyak orang yang memilih makanan yang halus-halus di dunia ini kelak dia akan menjadi lapar dan telanjang di hari kiamat! Dan betapa banyak lagi orang yang memuliakan dirinya di sini, kelak dia akan dihinakan di akhirat. Dan betapa banyak orang yang menghinakan dirinya di sini, kelak dia akan dimuliakan di akhirat.'

Bukhari dan Ibnu Abid Dunia meriwayatkan dari Aisyah ra. dia berkata: Bala yang pertama-tama sekali berlaku kepada ummat ini sesudah kepergian Nabi SAW ialah kekenyangan perut! Sebab apabila sesuatu kaum kenyang perutnya, gemuk badannya, lalu akan lemahlah hatinya dan akan merajalelalah syahwatnya!
(At-Targhib Wat-Tarhib 3:420).

Reblog this post [with Zemanta]

Jumaat, 20 Mac 2009

Syaitan pun terkejut...

(SEBUAH KISAH SEBAGAI RENUNGAN)


Ada seorang manusia yang bertemu dengan syaitan di waktu subuh.
Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat
tali persahabatan.
Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan solat, maka setan pun sambil tersenyum berkata,

"Orang ini memang boleh menjadi sahabatku..!"

Begitu juga ketika waktu Zuhur orang ini tidak mengerjakan solat,
syaitan tersenyum lebar sambil membatin,

" Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!"

Ketika waktu Asar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih
juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam......

Kemudian ketika datang waktunya magrib, temannya itu ternyata tidak solat juga, maka syaitan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu.

Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan
solat Isyak, maka setan itu sangat panik.

Ia rupanya tidak dapat menahan diri lagi, dihampiri sahabatnya manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan,

"Wahai sahabatku, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita !"

Dengan kehairanan manusia ini bertanya,

"Kenapa engkau ingkar janji bukankah baru pagi tadi kita berjanji akan menjadi sahabat ?".

"Aku takut!", jawab setan dengan suara gemetar.

"Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, iaitu ketika menolak disuruh sujud pada "Adam", telah dilaknat-Nya; apalagi engkau yang
hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud
pada-Nya (Sujud pada Allah). Tidak terbayangkan olehku bagaimana
besarnya murka Allah kepadamu!", kata setan sambil beredar pergi.

Ahad, 15 Mac 2009

Kiamat - Kisah Dari Al-Qur'an

Al-Waqia





Sabda Rasulullah s.a.w.: “Sesiapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap hari, ia tidak akan ditimpa kefakiran.”

Sabda Rasulullah s.a.w. : “Siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kesusahan atau kemiskinan selama-lamanya. (Diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ibnu Mas’ud r.a.)

Sabda Rasulullah s.a.w. : “Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady)

Sabda Rasulullah s.a.w. : “Barang siapa yang membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam maka dia tidak akan tertimpa kefakiran dan kemiskinan selamanya. Dan surah Al-Waqi’ah adalah surah kekayaan, maka bacalah ia dan ajarkan kepada anak-anakmu semua.”

Menurut fatwa sebahagian Ulama’ katanya: “Barangsiapa membaca surah Al-Waqi’ah pada setiap hari dan malam dalam satu majlis sebanyak 40 kali, selama 40 hari pula, maka Allah akan memudahkan rezekinya dengan tanpa kesukaran dan mengalir terus dari pelbagai penjuru serta berkah pula.”



Al-Waqia


Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani

Apabila berlaku hari kiamat itu, (1) Tiada sesiapapun yang dapat mendustakan kejadiannya. (2) Kejadian hari kiamat itu merendahkan (golongan yang ingkar) dan meninggikan (golongan yang taat). (3) (Ia berlaku) semasa bumi bergoncang dengan sebenar-benar goncangan. (4) Dan gunung-ganang dihancur leburkan dengan selebur-leburnya, (5) Lalu menjadilah ia debu yang bertebaran, (6) Dan kamu pula menjadi tiga puak (yang berlainan keadaannya); (7) Iaitu puak pihak kanan; alangkah bahagianya keadaan puak pihak kanan itu? (8) Dan puak pihak kiri; alangkah seksanya keadaan puak pihak kiri itu? (9) Dan (puak yang ketiga pula ialah) orang-orang yang telah mendahului (dalam mengerjakan kebaikan di dunia), yang akan mendahului (mencapai balasan yang sebaik-baiknya di akhirat kelak); (10) Mereka itulah orang-orang yang didampingkan (di sisi Allah), (11) (Tinggal menetap) di dalam Syurga-syurga yang penuh nikmat. (12) (Di antaranya) sekumpulan besar dari umat-umat manusia yang terdahulu; (13) Dan sebilangan kecil dari orang-orang yang datang kemudian. (14) (Mereka duduk di dalam Syurga itu) di atas takhta-takhta kebesaran yang bertatahkan permata; (15) Sambil berbaring di atasnya dengan berhadap-hadapan. (16) Mereka dilayani oleh anak-anak muda lelaki yang tetap kekal (dalam keadaan mudanya), yang sentiasa beredar di sekitar mereka; (17) Dengan membawa piala-piala minuman dan tekoh-tekoh serta piala atau gelas yang berisi arak (yang diambil) dari sungainya yang mengalir. (18) Mereka tidak merasa pening kepala dan tidak pula mabuk dengan sebab menikmatinya. (19) Dan juga (dibawakan kepada mereka) buah-buahan dari jenis-jenis yang mereka pilih, (20) Serta daging burung dari jenis-jenis yang mereka ingini. (21) Dan (mereka dilayani) bidadari-bidadari yang cantik parasnya, (22) Seperti mutiara yang tersimpan dengan sebaik-baiknya. (23) (Semuanya itu) sebagai balasan bagi (amal-amal baik) yang mereka telah kerjakan. (24) Mereka tidak akan mendengar dalam Syurga itu perkataan yang sia-sia dan tiada pula sesuatu yang menyebabkan dosa; (25) Mereka hanya mendengar ucapan: Selamat! Selamat! (dari satu kepada yang lain). (26) Dan puak kanan, alangkah bahagianya keadaan puak kanan itu? (27) Mereka bersenang-lenang di antara pohon-pohon bidara yang tidak berduri. (28) Dan pokok-pokok pisang yang tersusun rapi buahnya, (29) Dan naungan yang tetap terbentang, (30) Dan air yang sentiasa mengalir, (31) Serta buah-buahan yang banyak, (32) Yang tidak putus-putus dan tidak pula terlarang mendapatnya, (33) Dan tempat-tempat tidur yang tertinggi keadaannya. (34) Sesungguhnya Kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa, (35) Serta Kami jadikan mereka sentiasa dara (yang tidak pernah disentuh), (36) Yang tetap mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya. (37) (Semuanya itu disediakan) bagi puak kanan; (38) Iaitu sebilangan besar dari orang-orang yang terdahulu, (39) Dan sebilangan besar dari orang-orang yang datang kemudian. (40) Dan puak kiri, alangkah seksanya keadaan puak kiri itu? (41) Mereka diseksa dalam angin yang membakar dan air yang menggelegak (42) Serta naungan dari asap hitam (43) Yang tidak sejuk dan tidak pula memberi kesenangan. (44) Sesungguhnya mereka sebelum itu dilalaikan oleh kemewahan (dunia, dari mengingati hukum Tuhan). (45) Dan mereka pula sentiasa melakukan dosa yang besar, (46) Dan juga mereka selalu berkata: Adakah sesudah kita mati serta menjadi tanah dan tulang, betulkah kita akan dibangkitkan hidup semula? (47) Dan adakah juga datuk nenek kita yang telah lalu, (akan dibangkitkan hidup semula)? (48) Katakanlah (kepada mereka): Sesungguhnya orang-orang yang telah lalu dan orang-orang yang terkemudian, (49) Tetap akan dihimpunkan pada masa yang ditentukan pada hari kiamat yang termaklum. (50) Kemudian, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat yang mendustakan (kedatangan hari kiamat), (51) Tetap akan memakan (pada hari itu) dari sebatang pokok, iaitu pokok zaqqum, (52) Maka kamu akan memenuhi perut kamu dari pokok (yang pahit buahnya) itu, (53) Selepas itu kamu akan meminum pula dari air panas yang menggelegak, (54) Iaitu kamu akan minum seperti unta yang berpenyakit sentiasa dahaga dan tidak puas-puas. (55) Inilah (jenis-jenis azab) yang disediakan untuk menyambut mereka pada hari Pembalasan itu. (56) Kamilah yang telah menciptakan kamu (dari tiada kepada ada wahai golongan yang ingkar), maka ada baiknya kalau kamu percaya (akan kebangkitan kamu hidup semula pada hari kiamat). (57) (Mengapa kamu masih berdegil?) Tidakkah kamu memikirkan keadaan air mani yang kamu pancarkan (ke dalam rahim)? (58) Adakah kamu yang menciptakannya atau Kami yang menciptakannya? (59) Kamilah yang menentukan (dan menetapkan masa) kematian (tiap-tiap seorang) di antara kamu dan Kami tidak sekali-kali dapat dikalahkan atau dilemahkan; (60) (Bahkan Kami berkuasa) menggantikan (kamu dengan) orang-orang yang serupa kamu (tetapi tidak seperti bawaan kamu) dan berkuasa menciptakan kamu dalam bentuk kejadian yang kamu tidak mengetahuinya. (61) Dan demi sesungguhnya, kamu telah sedia mengetahui tentang ciptaan diri kamu kali pertama, maka ada baiknya kalau kamu mengambil ingatan (bahawa Allah yang telah menciptakan kamu dari tiada kepada ada, berkuasa membangkitkan kamu hidup semula pada hari akhirat kelak). (62) Maka (mengapa kamu masih berdegil?) Tidakkah kamu melihat apa yang kamu tanam? (63) Kamukah yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkannya? (64) Kalau Kami kehendaki, sudah tentu Kami akan jadikan tanaman itu kering hancur (sebelum ia berbuah), maka dengan itu tinggallah kamu dalam keadaan hairan dan menyesal, (65) (Sambil berkata): Sesungguhnya kami menanggung kerugian. (66) Bahkan kami hampa (dari mendapat sebarang hasil) (67) Selain dari itu, tidakkah kamu melihat air yang kamu minum? (68) Kamukah yang menurunkannya dari awan (sebagai hujan) atau Kami yang menurunkannya? (69) Kalau Kami kehendaki, Kami akan jadikan ia masin, maka ada baiknya kalau kamu bersyukur. (70) Akhirnya, tidakkah kamu melihat api yang kamu nyalakan (dengan cara digesek)? (71) Kamukah yang menumbuhkan pokok kayunya atau Kami yang menumbuhkannya? (72) Kami jadikan api (yang tercetus dari kayu basah) itu sebagai peringatan (bagi orang-orang yang lalaikan kebenaran hari akhirat) dan sebagai benda yang memberi kesenangan kepada orang-orang musafir. (73) Oleh yang demikian (wahai orang yang lalai) bertasbihlah dengan memuji nama Tuhanmu Yang Maha Besar (sebagai bersyukur akan nikmat-nikmatNya itu). (74) Maka Aku bersumpah: Demi tempat-tempat dan masa-masa turunnya bahagian-bahagian Al-Quran; (75) Dan sebenarnya sumpah itu adalah sumpah yang besar, kalaulah kamu mengetahuinya. (76) Bahawa sesungguhnya (yang dibacakan kepada kamu) itu ialah Al-Quran yang mulia, (yang sentiasa memberi ajaran dan pimpinan), (77) Yang tersimpan dalam Kitab yang cukup terpelihara, (78) Yang tidak disentuh melainkan oleh makhluk-makhluk yang diakui bersih suci; (79) Al-Quran itu diturunkan dari Allah Tuhan sekalian alam. (80) Patutkah kamu (wahai golongan yang kufur ingkar) bersikap sambil lewa terhadap keterangan-keterangan Al-Quran ini? (81) Dan kamu jadikan sikap kamu mendustakannya (sebagai ganti) bahagian dan nasib kamu (menerima dan bersyukur akan ajarannya)? (82) Maka alangkah eloknya kalau semasa (roh seseorang dari kamu yang hampir mati) sampai ke kerongkongnya; (83) Sedang kamu pada masa itu (berada di sekelilingnya) menyaksikan keadaannya. (84) Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat, (85) Maka bukankah elok kalau kamu orang-orang yang tidak dikuasai (dan tidak tunduk kepada kekuasaan Kami); (86) Kamu kembalikan roh itu (kepada keadaan sebelumnya) jika betul kamu orang-orang yang benar? (87) Kesudahannya: Jika dia (yang mati itu) dari orang-orang "Muqarrabiin", (88) Maka (dia akan beroleh) rehat kesenangan dan rahmat kesegaran, serta Syurga kenikmatan. (89) Dan jika dia dari puak kanan, (90) Maka (akan dikatakan kepadanya): Selamat sejahtera kepadamu, (kerana engkau) dari puak kanan. (91) Dan jika dia dari (puak kiri) yang mendustakan (Rasulnya), lagi sesat, (92) Maka sambutan yang disediakan baginya adalah dari air panas yang menggelegak, (93) Serta bakaran api Neraka. (94) Sesungguhnya (segala yang disebutkan) itu adalah kebenaran yang diyakini. (95) Oleh itu, bertasbihlah dengan memuji nama Tuhanmu Yang Maha Besar. / (96)






Reblog this post [with Zemanta]

Rabu, 11 Mac 2009

Rahsia As-solah (sembahyang)




Inilah dia rahsia As- Solat, sebagai peringatan bagi yang dah tahu atau panduan bagi yang baru tahu....



Niat Sembahyang : Sebenarnya memeliharakan taubat kita dari
dunia dan
akhirat.



Berdiri Betul : Fadilatnya, ketika mati dapat meluaskan tempat
kita di dalam kubur.



Takbir-ratul Ihram : Fadilatnya, sebagai pelita yang menerangi
kita di dalam kubur.



Fatihah : Sebagai pakaian yang indah-indah di dalam kubur.



Ruqu' : Sebagai tikar kita di dalam kubur.



I'tidal : Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika
di dalam kubur.



Sujud : Memagar kita ketika menyeberangi titian SIRATUL-
MUSTAQIM.



Duduk antara 2 Sujud : Akan menaung panji-panji nabi kita
didalam kubur.



Duduk antara 2 Sujud (akhir) : Menjadi kenderaan ketika kita di
padang Mahsyar.



Tahhiyat Akhir : Sebagai penjawab bagi soalan yang dikemukakan
oleh Munkar & Nankir di dalam kubur.



Selawat Nabi : Sebagai pendinding api neraka di dalam kubur.



Salam : Memelihara kita di dalam kubur.



Tertib : Akan pertemuan kita dengan Allah S. W. T.

Isnin, 9 Mac 2009

Hari yang penuh rahmat dan kisah yang dilupakan

Hari ini 12 rabiul awal 1430 hijrah adalah hari yang paling penting dalam peristiwa Islam. Hari kelahiran Baginda Rasulullah S.A.W.

Dipagi hari lagi kita semua telah diberi nikmat oleh Allah S.W.T dengan turunnya hujan membasahi bumi. Hari yang penuh dengan nikmat ini Allah lindung kita dari panas terik mentari. Betapa mulianya hari ini.

Kita semua dapat menyambut Maulidur Rasul dengan penuh keberkatan dan rahmat dari Allah. Hatiku terfikir mengapa banyak manusia hari ini lalai dan hanyut dalam dunia yang pembohong demi mengejar kemewahan yang tak seberapa. Tiada yang kekal kecuali sedekah jariah dan doa anak yang soleh.

Didalam kesempatan hari ini ingin saya mengingatikan kembali perkara yang sudah kita semua lupakan iaitu kisah saat wafatnya Baginda Rasulullah S.A.W. kepada pembaca semua. Moga kita semua mendapat Syafaat dari Rasulullah S.A.W. di padang masyar kelak.

--------------------------------------------------------------------------------
KISAH PEMERGIAN RASULULLAH S.A.W


Daripada Ibnu Mas'ud ra bahawasanya ia berkata: Ketika ajal Rasulullah SAW sudah dekat, baginda mengumpul kami di rumah Siti Aisyah ra. Kemudian baginda memandang kami sambil berlinangan air matanya, lalu bersabda:"Marhaban bikum, semoga Allah memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu, agar bertakwa kepada Allah.

Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu. Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah." Allah berfirman: "Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa."

Kemudian kami bertanya: "Bilakah ajal baginda ya Rasulullah? Baginda menjawab: Ajalku telah hampir, dan akan pindah ke hadhrat Allah, ke Sidratulmuntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arsyila' la." Kami bertanya lagi: "Siapakah yang akan memandikan baginda ya Rasulullah?

Rasulullah menjawab: Salah seorang ahli bait. Kami bertanya: Bagaimana nanti kami mengafani baginda ya Rasulullah? Baginda menjawab: "Dengan bajuku ini atau pakaian Yamaniyah." Kami bertanya: "Siapakah yang mensolatkan baginda di antara kami?" Kami menangis dan Rasulullah SAW pun turut menangis.

Kemudian baginda bersabda: "Tenanglah, semoga Allah mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku, kemudian keluarlah kamu semua dari sisiku.

Maka yang pertama-tama mensolatkan aku adalah sahabatku Jibril as. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Malaikat Izrail (Malaikat Maut) beserta bala tenteranya. Kemudian masuklah anda dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula solat adalah kaum lelaki dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu semua."

Semakin Tenat
Semenjak hari itulah Rasulullah SAW bertambah sakitnya, yang ditanggungnya selama 18 hari, setiap hari ramai yang mengunjungi baginda, sampailah datangnya hari Isnin, di saat baginda menghembus nafas yang terakhir. Sehari menjelang baginda wafat iaitu pada hari Ahad, penyakit baginda semakin bertambah serius.

Pada hari itu, setelah Bilal bin Rabah selesai mengumandangkan azannya, ia berdiri di depan pintu rumah Rasulullah, kemudian memberi salam: "Assalamualaikum ya Rasulullah?" Kemudian ia berkata lagi "Assolah yarhamukallah." Fatimah menjawab: "Rasulullah dalam keadaan sakit?" Maka kembalilah Bilal ke dalam masjid, ketika bumi terang disinari matahari siang, maka Bilal datang lagi ke tempat Rasulullah, lalu ia berkata seperti perkataan yang tadi.

Kemudian Rasulullah memanggilnya dan menyuruh ia masuk. Setelah Bilal bin Rabah masuk, Rasulullah SAW bersabda: "Saya sekarang dalam keadaan sakit, Wahai Bilal, kamu perintahkan sahaja agar Abu Bakar menjadi imam dalam solat." Maka keluarlah Bilal sambil meletakkan tangan di atas kepalanya sambil berkata: "Aduhai, alangkah
baiknya bila aku tidak dilahirkan ibuku?" Kemudian ia memasuki masjid dan berkata kepada Abu Bakar agar beliau menjadi imam dalam solat tersebut. Ketika Abu Bakar ra melihat ke tempat Rasulullah yang kosong, sebagai seorang lelaki yang lemah lembut, ia tidak dapat menahan perasaannya lagi, lalu ia menjerit dan akhirnya ia pengsan.

Orang-orang yang berada di dalam masjid menjadi bising sehingga terdengar oleh Rasulullah SAW. Baginda bertanya: "Wahai Fatimah, suara apakah yang bising itu? Siti Fatimah menjawab: Orang-orang menjadi bising dan bingung kerana Rasulullah SAW tidak ada bersama mereka." Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali bin Abi Thalib dan Abbas ra, sambil dibimbing oleh mereka berdua, maka baginda berjalan menuju ke masjid.

Baginda solat dua rakaat, setelah itu baginda melihat kepada orang ramai dan bersabda: "Ya ma'aasyiral Muslimin, kamu semua berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah, sesungguhnya Dia adalah penggantiku atas kamu semua setelah aku tiada. Aku berwasiat kepada kamu semua agar bertakwa kepada Allah SWT, kerana aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki alam akhirat, dan sebagai hari terakhirku berada di alam dunia ini." Malaikat Maut Datang Bertamu

Pada hari esoknya, iaitu pada hari Isnin, Allah mewahyukan kepada Malaikat Maut supaya ia turun menemui Rasulullah SAW dengan berpakaian sebaik-baiknya. Dan Allah menyuruh kepada Malaikat Maut mencabut nyawa Rasulullah SAW dengan lemah lembut. Seandainya Rasulullah menyuruhnya masuk, maka ia dibolehkan masuk, namun jika Rasulullah SAW tidak mengizinkannya, ia tidak boleh masuk, dan hendaklah ia kembali sahaja.

Maka turunlah Malaikat Maut untuk menunaikan perintah Allah SWT. Ia menyamar sebagai seorang biasa. Setelah sampai di depan pintu tempat kediaman Rasulullah SAW, Malaikat Maut itupun berkata: "Assalamualaikum Wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!" Fatimah pun keluar menemuinya dan berkata kepada tamunya itu: "Wahai Abdullah (Hamba Allah), Rasulullah sekarang dalam keadaan sakit."

Kemudian Malaikat Maut itu memberi salam lagi: "Assalamualaikum. Bolehkah saya masuk?" Akhirnya Rasulullah SAW mendengar suara Malaikat Maut itu, lalu baginda bertanya kepada puterinya Fatimah: "Siapakah yang ada di muka pintu itu? Fatimah menjawab: "Seorang lelaki memanggil baginda, saya katakan kepadanya bahawa baginda dalam keadaan sakit. Kemudian ia memanggil sekali lagi dengan suara yang menggetarkan sukma." Rasulullah SAW bersabda: "Tahukah kamu siapakah dia?" Fatimah menjawab: "Tidak wahai baginda."

Lalu Rasulullah SAW menjelaskan: "Wahai Fatimah, ia adalah pengusir kelazatan, pemutus keinginan, pemisah jemaah dan yang meramaikan kubur." Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Masuklah, Wahai Malaikat Maut. Maka masuklah Malaikat Maut itu sambil mengucapkan `Assalamualaika ya Rasulullah." Rasulullah SAW pun menjawab: Waalaikassalam Ya Malaikat Maut. Engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?" Malaikat Maut menjawab: "Saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut nyawa.

Jika tuan izinkan akan saya lakukan, kalau tidak, saya akan pulang. Rasulullah SAW
bertanya: "Wahai Malaikat Maut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibril? "Saya tinggal ia di langit dunia?" Jawab Malaikat Maut. Baru sahaja Malaikat Maut selesai bicara, tiba-tiba Jibril as datang kemudian duduk di samping Rasulullah SAW. Maka bersabdalah Rasulullah SAW: "Wahai Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat? Jibril menjawab: Ya, Wahai kekasih Allah." Ketika Sakaratul Maut Seterusnya Rasulullah SAW bersabda: "Beritahu kepadaku Wahai Jibril, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisinya? Jibril pun menjawab: "Bahawasanya pintu-pintu langit telah dibuka, sedang kan malaikat-malaikat telah berbaris untuk menyambut rohmu." Baginda SAW bersabda: "Segala puji dan syukur bagi Tuhanku. Wahai Jibril, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku? Jibril menjawab lagi:

Bahawasanya pintu-pintu Syurga telah dibuka, dan bidadari-bidadari telah berhias, sungai-sungai telah mengalir, dan buah-buahnya telah ranum, semuanya menanti kedatangan rohmu." Baginda SAW bersabda lagi: "Segala puji dan syukur untuk Tuhanku. Beritahu lagi wahai Jibril, apa lagi yang di sediakan Allah untukku? Jibril menjawab: Aku memberikan berita gembira untuk tuan. Tuanlah yang pertama-tama diizinkan sebagai pemberi syafaat pada hari kiamat nanti."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Segala puji dan syukur, aku panjatkan untuk Tuhanku. Wahai Jibril beritahu kepadaku lagi tentang khabar yang menggembirakan aku?" Jibril as bertanya: "Wahai kekasih Allah, apa sebenarnya yang ingin tuan tanyakan? Rasulullah SAW menjawab: "Tentang kegelisahanku, apakah yang akan diperolehi oleh orang-orang yang membaca Al-Quran sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berziarah ke Baitul Haram sesudahku?"

Jibril menjawab: "Saya membawa khabar gembira untuk baginda. Sesungguhnya Allah telah berfirman: Aku telah mengharamkan Syurga bagi semua Nabi dan umat, sampai engkau dan umatmu memasukinya terlebih dahulu." Maka berkatalah Rasulullah SAW: "Sekarang, tenanglah hati dan perasaanku. Wahai Malaikat Maut dekatlah kepadaku?" Lalu Malaikat Maut pun berada dekat Rasulullah SAW. Ali ra bertanya: "Wahai Rasulullah SAW, siapakah yang akan memandikan baginda dan siapakah yang akan mengafaninya?

Rasulullah menjawab: Adapun yang memandikan aku adalah engkau wahai Ali, sedangkan Ibnu Abbas menyiramkan airnya dan Jibril akan membawa hanuth (minyak wangi) dari dalam Syurga. Kemudian Malaikat Maut pun mulai mencabut nyawa Rasulullah. Ketika roh baginda sampai di pusat perut, baginda berkata: "Wahai Jibril, alangkah pedihnya maut." Mendengar ucapan Rasulullah itu, Jibril as memalingkan mukanya. Lalu Rasulullah SAW bertanya: "Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka memandang mukaku?

Jibril menjawab: Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat muka baginda, sedangkan baginda sedang merasakan sakitnya maut?" Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah SAW. Kesedihan Sahabat Berkata Anas ra: "Ketika aku lalu di depan pintu rumah Aisyah ra aku dengar ia sedang menangis, sambil mengatakan: Wahai orang-orang yang tidak pernah memakai sutera. Wahai orang-orang yang keluar dari dunia dengan perut yang tidak pernah kenyang dari gandum.

Wahai orang yang telah memilih tikar daripada singgahsana. Wahai orang yang jarang tidur di waktu malam kerana takut Neraka Sa'ir." Dikisahkan dari Said bin Ziyad dari
Khalid bin Saad, bahawasanya Mu'az bin Jabal ra telah berkata: "Rasulullah SAW telah mengutusku ke Negeri Yaman untuk memberikan pelajaran agama di sana. Maka tinggallah aku di sana selama 12 tahun.

Pada satu malam aku bermimpi dikunjungi oleh seseorang, kemudian orang itu berkata kepadaku: "Apakah anda masih lena tidur juga wahai Mu'az, padahal Rasulullah SAW telah berada di dalam tanah." Mu'az terbangun dari tidur dengan rasa takut, lalu ia mengucapkan: "A'uzubillahi minasy syaitannir rajim?" Setelah itu ia lalu mengerjakan solat. Pada malam seterusnya, ia bermimpi seperti mimpi malam yang pertama. Mu'az berkata: "Kalau seperti ini, bukanlah dari syaitan?" Kemudian ia memekik sekuat-kuatnya, sehingga didengar sebahagian penduduk Yaman.

Pada esok harinya orang ramai berkumpul, lalu Mu'az berkata kepada mereka: "Malam tadi dan malam sebelumnya saya bermimpi yang sukar untuk difahami. Dahulu, bila Rasulullah SAW bermimpi yang sukar difahami, baginda membuka Mushaf (al-Quran). Maka berikanlah Mushaf kepadaku. Setelah Mu'az menerima Mushaf, lalu dibukanya maka nampaklah firman Allah yang bermaksud: "Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula?" (Az-Zumar: 30). Maka menjeritlah Mu'az, sehingga ia tak sedarkan diri.

Setelah ia sedar kembali, ia membuka Mushaf lagi, dan ia nampak firman Allah yang berbunyi: "Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada orang-orang yang bersyukur?" (Ali-lmran: 144) Maka Mu'az pun menjerit lagi: "Aduhai Abal-Qassim. Aduhai Muhammad?" Kemudian ia keluar meninggalkan Negeri Yaman menuju ke Madinah.

Ketika ia akan meninggalkan penduduk Yaman, ia berkata: "Seandainya apa yang kulihat ini benar. Maka akan meranalah para janda, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, dan kita akan menjadi seperti biri-biri yang tidak ada pengembala." Kemudian ia berkata: "Aduhai sedihnya berpisah dengan Nabi Muhammad SAW?" Lalu iapun pergi meninggalkan mereka. Di saat ia berada pada jarak lebih kurang tiga hari perjalanan dari Kota Madinah, tiba-tiba terdengar olehnya suara halus dari tengah-tengah lembah, yang mengucapkan firman Allah yang bermaksud: "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati." Lalu Mu'az mendekati sumber suara itu, setelah berjumpa, Mu'az bertanya kepada orang tersebut: "Bagaimana khabar Rasulullah SAW? Orang tersebut menjawab: Wahai Mu'az, sesungguhnya Muhammad SAW telah meninggal dunia.

Mendengar ucapan itu Mu'az terjatuh dan tak sedarkan diri. Lalu orang itu menyedarkannya, ia memanggil Mu'az: Wahai Mu'az sedarlah dan bangunlah." Ketika Mu'az sedar kembali, orang tersebut lalu menyerahkan sepucuk surat untuknya yang berasal dari Abu Bakar Assiddik, dengan cop dari Rasulullah SAW. Tatkala Mu'az melihatnya, ia lalu mencium cop tersebut dan diletakkan di matanya, kemudian ia menangis dengan tersedu-sedu. Setelah puas ia menangis iapun melanjutkan perjalanannya menuju Kota Madinah. Mu'az sampai di Kota Madinah pada waktu fajar menyingsing.

Didengarnya Bilal sedang mengumandangkan azan Subuh. Bilal mengucapkan: "Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah?" Mu'az menyambungnya: "Wa Asyhadu Anna Muhammadur Rasulullah?" Kemudian ia menangis dan akhirnya ia jatuh dan tak sedarkan diri lagi. Pada saat itu, di samping Bilal bin Rabah ada Salman Al-Farisy ra lalu ia berkata kepada Bilal: "Wahai Bilal sebutkanlah nama Muhammad dengan suara yang kuat dekatnya, ia adalah Mu'az yang sedang pengsan. Ketika Bilal selesai azan, ia mendekati Mu'az, lalu ia berkata: "Assalamualaika, angkatlah kepalamu wahai Mu'az, aku telah mendengar dari Rasulullah SAW, baginda bersabda: "Sampaikanlah salamku kepada Mu'az." Maka Mu'az pun mengangkatkan kepalanya sambil menjerit dengan suara keras, sehingga orang-orang menyangka bahawa ia telah menghembus nafas yang terakhir, kemudian ia berkata: "Demi ayah dan ibuku, siapakah yang mengingatkan aku pada baginda, ketika baginda akan meninggalkan dunia yang fana ini, wahai Bilal?

Marilah kita pergi ke rumah isteri baginda Siti Aisyah ra." Ketika sampai di depan pintu rumah Siti Aisyah, Mu'az mengucapkan: "Assalamualaikum ya ahlil bait, wa rahmatullahi wa barakatuh?" Yang keluar ketika itu adalah Raihanah, ia berkata: "Aisyah sedang pergi ke rumah Siti Fatimah. Kemudian Mu'az menuju ke rumah Siti Fatimah dan mengucapkan: "Assalamualaikum ya ahli bait." Siti Fatimah menyambut salam tersebut, kemudian ia berkata: "Rasulullah SAW bersabda: Orang yang paling alim di antara kamu tentang perkara halal dan haram adalah Mu'az bin Jabal, ia adalah kekasih Rasulullah SAW." Kemudian Fatimah berkata lagi: "Masuklah wahai Mu'az?" Ketika Mu'az melihat Siti Fatimah dan Aisyah ra ia terus pengsan dan tak sedarkan diri. Ketika ia sedar, Fatimah lalu berkata kepadanya: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sampaikanlah salam saya kepada Mu'az dan khabarkan kepadanya bahawasanya ia kelak di hari kiamat sebagai imam ulama." Kemudian Mu'az bin Jabal keluar dari rumah Siti Fatimah menuju ke arah kubur Rasulullah SAW.


Selawat Nabi

Reblog this post [with Zemanta]

Ahad, 8 Mac 2009

Maulidur Rasul

Assalamualaikum...wth.

Selamat menyambut hari kelahiran nabi junjungan kita Muhammad S.A.W. Semoga kita mangamal sunnah-sunnah dan mempertahankan kedaulatan Islam bersama.

Di akhir-akhir ini kita sering melihat perbagai tomahan dilemparkan kepada Islam. Apa sumbangan anda untuk memertabat Islam?. Gunalah tulang empat kerat yang ada untuk Islam. Baik dari sekecil-kecil sehingga yang termampu oleh kita.

Lihat kembali betapa Rasulullah S.A.w. dan sahabat mengembangkan Islam begitulah seharusnya kita lakukan dengan pelbagai usaha yang ada di zaman moden ini. Jika jihad dengan senjata itu amat berat untuk kita lakukan, berjihadlah dengan pena sebagai pedang. Jika itu pun kita tidak mampu, maka berjihadlah kita dengan hati yang tersimpan. Jangan kita leka dan lalai kerana musuh-musuh Islam sentiasa menghidu peluang untuk melekakan kita dan bertindak dalam kita tidak sedar. Mahukah kita menjadi seperti Negara Bosnia, Palestine, Iraq, Afganistan dan lain-lain negara islam yang bersengketa?. Ingatlah berjihadlah kamu dengan pedang jika hanya mata pedang itu sahaja yang dapat menjaga kedaulatan Islam keseluruhannya. ( teringat akan arwah pak long yang mempertahankan negara dari kominis demi keamanan negara )

Bersatulah kita sebagaimana Rasulullah menyatukan umat. Bersatulah kita demi negara yang kita cintai dan bersatulah kita dengan pemimpin yang memerintah demi kesejahteraan dan keamanan untuk kita mudah beribadat dan menyebarkan syiar Islam keseluruh pelosok dunia.

Hari ini ingin saya mengingatkan kembali apa itu maksud maulidur rasul buat semua :-

Maulidur Rasul yang jatuh pada pada hari Khamis 12 Rabiul Awal Tahun Gajah bersamaan dengan 23 April 571 merupakan hari keputeraan Nabi Muhammad s.a.w (Sallallahu Alaihi Wasallam). Baginda adalah nabi terakhir yang diutus oleh Allah Subhanahu Wataala. Tapak kelahiran baginda pula kini mempunyai satu bangunan kecil yang dikenali sebagai Maulid Nabi.

Setiap tahun pada hari itu, umat Islam di seluruh dunia akan mengadakan majlis memperingati keputeraan Nabi Muhammad s.a.w dengan mengadakan beberapa acara seperti perarakan, ceramah dan sebagainya. Banyak kelebihan dan keistimewaan yang akan dikurniakan oleh Allah Subhanahu Wataala kepada mereka yang dapat mengadakan atau menghadiri majlis Maulidur Rasul.

Kita dapat lihat betapa besarnya kelebihan orang yang memuliakan majlis keputeraan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, kerana bila berniat sahaja hendak mengadakan Maulud Nabi, sudah pun dikira mendapat pahala dan dimuliakan. Sememangnya bernazar untuk melakukan sesuatu yang baik merupakan doa dan dikira amal salih.

Jelas kepada kita bahawa pembalasan Allah Subhanahu Wataala terhadap kebaikan begitu cepat sehinggakan terdetik sahaja di hati hendak berbuat kebaikan, sudah Allah Subhanahu Wataala akan memberi pembalasan yang tiada ternilai. Seseorang yang beriman, kuat bersandar kepada Allah, ketika di dalam kesusahan dia tetap tenang dan hatinya hanya mengadu kepada Allah dan mengharapkan pertolongan dan kasih sayang Allah Subhanahu Wataala.

Keberkatan mengadakan Majlis Maulud itu bukan sahaja didapati oleh orang yang mengadakan majlis itu, tetapi seluruh ahli rumah atau orang yang tinggal di tempat itu turut mendapat keberkatannya.








Reblog this post [with Zemanta]

Rabu, 4 Mac 2009

Tanda-tanda kematian semakin hampir.

100 hari sebelum mati

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya
akan disedari oleh mereka-mereka yang dikehendakinya.
Walaubagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma
samada mereka sedar atau tidak sahaja. Tanda ini akan berlaku
lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut
sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan
mengigil.
Contohnya seperti daging lembu yang baru disembelih dimana jika
diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut
seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya lazat dan bagi mereka sedar
dan berdetik di hati bahawa mungkin ini adalah tanda mati maka
getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sedar akan
kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau
mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal
kematian , tanda ini akan lenyap begitu sahaja tanpa sebarang
munafaat. Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah
peluang terbaik untuk memunafaatkan masa yang ada untuk
mempersiapkan diri dengan amalan dan
urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

40 hari sebelum hari mati

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita
akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita
akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka
malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat
persediaannya ke atas kita antaranya ialah ia akan mula mengikuti
kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan
memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka
yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika.
Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk
mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan
dicabutnya.

7 hari

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan
musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-
tiba ianya berselera untuk makan.

3 hari

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita
iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan maka
berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis
dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika
ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang
sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita
melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian
hujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang
terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

1 hari
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu
denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini
menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.
Tanda akhir
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk
dibahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan
naik kebahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah
syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk
menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan
sekarang akan mematikan pula.

PENUTUP

Sesungguhnya marilah kita bertaqwa dan berdoa kepada Allah SWT
semuga kita adalah di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan
diberi kesedaran untuk peka terhadap tanda-tanda mati ini semoga kita dapat
membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon keampunan samada dari
Allah SWT mahupun dari manusia sendiri dari segala dosa dan urusan hutang
piutang kita. Walau bagaimanapun sesuai dengan sifat Allah SWT yang maha
berkuasa lagi pemurah lagi maha mengasihani maka diriwatkan bahawa tarikh mati
seseorang manusia itu masih boleh diubah dengan amalan doa iaitu
samada doa dari kita sendiri ataupun doa dari orang lain. Namun ianya adalah
ketentuan Allah SWT semata-mata.
Oleh itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semuga kita
diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan masa dan
kesihatan tubuh badan dan juga fikiran dalam usaha kita untuk mencari
keredhaan Allah SWT samada di dunia mahupun akhirat.
Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang
salah dan silap itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri.
WALLAHUA`LAM
Moga-moga setiap kita dan keluarga diampuni Allah dan diberkati
hidup dan mati hingga dapat mempersiap sediakan bekalan untuk hari kemudian
kita. Bacalah kandungan ini agar dapat menjadi ingatan kita semua.
Insyallah mulalah bertaubat, yang masih malas sembahyang ubah sikap umur kita
semakin hari semakin meningkat. Rezeki dicari biarlah betul-betul halal.
Biar sesal dahulu jangan sesal kemudian. Saya berpesan kepada diri
saya sendiri dan berharap saudara saya semua begitu juga. Cubalah
kita ingat mengingat sesama kita selagi mampu.

******* BILA MALAIKAT MENCABUT NYAWA *******

Baginda Rasullullah S.A.W. bersabda :

“Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.”
Sambung Rasullullah S.A.W. lagi :

“Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail A.S akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilingnya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail A.S”.

“Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail A.S akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang itu tidak lagi melihat orang disekelilingnya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.”

Dari sebuah hadis bahawa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata :

“Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T.”

Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah S.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan o! leh lida h orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud :
“Wahai malaikat maut, kamu cabutlah rohnnya dari arah lain.”
Sebaik sahaja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluarlah penulisan ilmu.
Maka berkata tangan :
Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini menusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan.”

Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan, maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata :
“Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik menghadiri majlis-majlis ilmu.”

Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik sahaja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata :
“Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir.”

Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin ini dari arah mata tetapi baru sahaja hendak menghampiri mata, maka berkata mata :
“Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah.”

Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud :
“Wahai malaikatku, tulis Asmaku ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu.”

Sebaik sahaja mendapat perintah Allah S.W.T maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T. Sebaik sahaja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang. Abu Bakar R.A telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A : “Roh itu menuju ketujuh tempat :-

1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke syurga Firdaus
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka.

Si Jin, mereka diseksa beserta jasadnya hingga sampai hari kiamat.”
Telah bersabda Rasullullah S.A.W. :
Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya :-

1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yanf mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
3. Orang-orang berpuasa di hari Arafah.

Sekian untuk ingatan bersama.
Wassallam.

p/s : Kalau rajin, tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain. Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati.


Reblog this post [with Zemanta]

Isnin, 2 Mac 2009

Siapa Dajjal?

Kenali Dajjal


Dajjal adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan Jin atau apa jua makhluk lain selain ia sebagai manusia yg ditangguhkan ajalnya “Minal Munzharin” seperti halnya Nabi Isa as yg di angkat oleh Allah swt ke atas langit dan ditangguhkan kematiannya sehingga beliau nantinya turun semula ke atas muka bumi ini lalu beliau akan mati dan di kuburkan di Madinah Al Munawwarah. Sama juga halnya dgn Iblis yg di tangguhkan kematiannya sehingga kiamat nanti.
Dajjal; ayahnya seorang yg tinggi dan gemuk. Hidungnya seperti Paruh burung. Sedangkan Ibunya pula seorang perempuan gemuk dan banyak dagingnya.
Menurut Imam Al Barzanji ada pendapat mengatakan bahawa asal keturunan bapanya ialah seorang Dukun Yahudi yg di kenali dgn “syaqq” manakala ibunya adalah dari bangsa Jin. Ia hidup di zaman Nabi Sulaiman as dan mempunyai hubungan dengan makhluk² halus. Lalu oleh Nabi Sulaiman ia akhirnya ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Walau bagaimanapun kelahiran dan kehidupan masa kecil tidak diketahui dgn jelas.
Sifat² Badannya: Hadis Huzaifah r.a katanya: Rasulullah s.a.w. telah bersabda: Dajjal ialah orang yang buta matanya sebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya serta dia mempunyai Syurga dan Neraka. Nerakanya itu merupakan Syurga dan Syurganya pula ialah Neraka (Hadis Sahih Muslim)
Ada beberapa ciri perawakan Dajjal yg disebutkan dalam Hadis² Rasulullah saw, diantaranya: Seorang yg kelihatannya masih muda; Berbadan Besar dan agak kemerah-merahan; Rambutnya kerinting dan tebal. Kelihatan dari belakang seolah-olah dahan kayu yg rimbun.
Dan tandanya yg paling ketara sekali ada dua: Pertama: Buta mata kirinya dan kelihatan seperti buah kismis yg kecut,manakala mata kanannya tertonjol keluar kehijau-hijauan berkelip-kelip laksana bintang. Jadi kedua-dua matanya adalah cacat. Kedua: Tertulis didahinya tulisan “Kafir (Kaf-Fa-Ra)”.
Tulisan ini dapat dibaca oleh setiap org Islam, sama ada ia pandai membaca atau tidak.
Mengikut hadis riwayat At-Thabrani, kedua-dua tanda ini menjelma dalam diri Dajjal setelah ia mengaku sebagai Tuhan. Adapun sebelum itu, kedua-dua tanda yg terakhir ini belum ada pada dirinya.
Tempat Tinggalnya Sekarang:
Menurut riwayat yg sahih yg disebutkan dlm kitab “Shahih Muslim”, bahawa Dajjal itu sudah wujud sejak beberapa lama. Ia dirantai di sebuah pulau dan ditunggu oleh seekor binatang yg bernama “Al-Jassasah”. Terdapat hadis mengenainya.. (tetapi terlalu panjang utk ditulis.. anda boleh membaca terus dari buku). Daripada Hadis ini jelaslah bagi kita bahawa Dajjal itu telah ada dan ia menunggu masa yg diizinkan oleh Allah swt utk keluar menjelajah permukaan bumi ini dan tempat “transitnya” itu ialah di sebelah Timur bukan di Barat.
Berapa lama ia akan hidup setelah kemunculannya: Dajjal akan hidup setelah ia memulakan cabarannya kepada umat ini, selama empat puluh hari sahaja.
Namun begitu, hari pertamanya adalah sama dgn setahun dan hari kedua sama dengan sebulan dan ketiga sama dengan satu minggu dan hari-hari baki lagi sama seperti hari-hari biasa. Jadi keseluruhan masa Dajjal membuat fitnah dan kerosakan itu ialah 14 bulan dan 14 hari.
Dalam Hadis riwayat Muslim ada disebutkan: Kami bertanya: “Wahai Rasulullah!
Berapa lamakah ia akan tinggal di muka bumi ini? Nabi saw,
menjawab: Ia akan tinggal selama empat puluh hari. Hari yg pertama seperti setahun dan hari berikutnya seperti sebulan dan hari ketiga seperti seminggu. Kemudian hari² yg masih tinggal lagi (iaitu 37 hari) adalah sama seperti hari² kamu yg biasa. Lalu kami bertanya lagi: Wahai Rasulullah saw!
Di hari yg panjang seperti setahun itu, apakah cukup bagi kami hanya sembahyang sehari sahaja (iaitu 5 waktu sahaja). Nabi saw menjawab: Tidak cukup. Kamu mesti mengira hari itu dgn menentukan kadar yg bersesuaian bagi setiap sembahyang..”

Maksud Sabdaan Rasulullah saw, ini ialah supaya kita mengira jam yg berlalu pada hari itu. Bukan mengikut perjalanan matahari seperti biasanya kita lakukan. Misalnya sudah berlalu tujuh jam selepas sembahyang Subuh pada hari itu maka masuklah waktu sembahyang Zohor, maka hendaklah kita sembahyang Zohor, dan apabila ia telah berlalu selepas sembahyang Zohor itu tiga jam setengah misalnya, maka masuklah waktu Asar, maka wajib kita sembahyang Asar Begitulah seterusnya waktu Sembahyang Maghrib, Isyak dan Subuh seterusnya hingga habis hari yg panjang itu sama panjangnya dgn masa satu tahun dan bilangan sembahyang pun pada sehari itu sebanyak bilangan sembahyang setahun yg kita lakukan. Begitu juga pada hari Kedua dan ketiga.
Fitnah Dajjal:
Dajjal telah diberi peluang oleh Allah swt utk menguji umat ini. Oleh kerana itu, Allah memberikan kepadanya beberapa kemampuan yg luar biasa. Di antara kemampuan Dajjal ialah:
1. Segala kesenangan hidup akan ada bersama dengannya. Benda-benda beku akan mematuhinya.Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah dgn kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akan kurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasa dan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung.
Umat akan dilanda kebuluran dan kekeringan. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian. Maka daerah mana yg percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan: Hujanlah kamu di daerah ini! Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur. Begitu juga ekonomi, perdagangan akan menjadi makmur dan stabil pada org² yg bersekutu dgn Dajjal. Manakala penduduk yg tidak mahu bersukutu dgn Dajjal..mereka akan tetap berada dlm kebuluran dan kesusahan.
Dan ada diriwayatkan penyokong Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan org² yg tidak percaya dengannya berada dalam kelaparan dan kebuluran.
Dalam hal ini, para sahabat Rasullullah s.a.w. bertanya: “Jadi apa yg dimakan oleh org Islam yg beriman pada hari itu wahai Rasulullah?”
Nabi menjawab: “Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil,bertakbir, bertasbih dan bertaubat. Jadi zikir-zikir itu yang akan menggantikan makanan.” H.R Ibnu Majah
2. Ada bersamanya seumpamanya Syurga dan Neraka: Di antara ujian Dajjal ialah kelihatan bersama dengannya seumpama syurga dan neraka dan juga sungai air dan sungai api. Dajjal akan menggunakan kedua-duanya ini untuk menguji iman org Islam kerana hakikat yg benar adalah sebalik dari apa yg kelihatan. Apa yg dikatakan Syurga itu sebenarnya Neraka dan apa yg dikatakannya Neraka itu adalah Syurga.
3. Kepantasan perjalanan dan Negeri-Negeri yang tidak dapat dimasukinya:
Kepantasan yg dimaksudkan ini tidak ada pada kenderaan org² dahulu. Kalau hari ini maka bolehlah kita mengatakan kepantasan itu seperti kepantasan jet-jet tempur yg digunakan oleh tentera udara atau lebih pantas lagi daripada kenderaan tersebut sehinggakan beribu-ribu kilometer dapat ditempuh dalam satu jam “… Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana kepantasan perjalanannya di atas muka bumi ini?
Nabi menjawab: “Kepantasan perjalanannya adalah seperti kepantasan “Al Ghaist” (hujan atau awan) yang dipukul oleh angin yang kencang.” H.R Muslim
Namun demikian, Dajjal tetap tidak dapat memasuki dua Bandar suci umat Islam iaitu Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah.
4. Bantuan Syaitan-Syaitan untuk memperkukuhkan kedudukannya: Syaitan² juga akan bertungkus-lumus membantu Dajjal. Bagi syaitan, inilah masa yg terbaik utk menyesatkan lebih ramai lagi anak cucu Adam a.s.
CARA UTK SELAMAT DARI FITNAHNYA:
Rasulullah s.a.w. juga telah meninggalkan kepada kita beberapa cara yg perlu diikuti supaya kita dapat selamat dari fitnah Dajjal ini. Cara-cara itu ialah:
Pertama: Memahami bahawa Dajjal itu adalah pendusta dan pembohong serta mempunyai beberapa kelemahan yg ketara sekali. Diantaranya ialah buta mata sebelah kiri. Seandainya ia sebagai tuhan, sudah tentu ia dapat menghindarkan cacat cela yg jelas dapat dilihat di mukanya itu. Dajjal takut kalau ada orang yg sempat memperhatikan kekurangannya ini. Oleh kerana itu apabila ia selesai memfitnah org di suatu tempat, ia akan segera beredar dari situ. Ia takut ada orang yang meneliti keaiban dan kekurangannya ini.
Kedua: Tertulis didahinya perkataan “Kafir” yang bererti ia adalah seorang kafir, di mana tulisan ini akan dapat dibaca oleh setiap Muslim, sama ada dia pandai membaca atau tidak. Jadi orang Islam tidak perlu terpedaya dgn godaannya. Apakah lagi nak mengatakan dia sebagai tuhan.
Ketiga: Menghindarkan diri daripadanya, sama ada pergi ke Makkah atau Madinah atau duduk di rumah dan jgn bergaul langsung dgn masyarakat yg telah tergoda oleh fitnah Dajjal dan hendaklah ia menghalang golongan perempuan dari keluar rumah kerana kebanyakan pengikut Dajjal ini dari kalangan orang yang jahil tentang Islam dan golongan perempuan.
Keempat: Membaca sepuluh ayat pertama (atau yg terakhir) dari surah Al-Kahfi seperti yg disebutkan dalam hadis Rasulullah saw:
“… . Sesiapa yg hafal sepuluh ayat dari ayat awal surah Al-Kahfi, ia akan terpelihara dari godaan Dajjal dan dalam riwayat lain, siapa yg hafal sepuluh ayat yg terakhir daripadanya..” (Hadis Sahih Muslim)
“Sejak Allah s.w.t. menciptakan Nabi Adam a.s. sampai ke hari kiamat nanti tidak ada satu ujian pun yg lebih dahsyat daripada Dajjal” H.R Muslim.
Fitnah Dajjal atau ujian Dajjal ini akan mudah meragut keimanan seseorang.
Oleh itu maka janganlah ada di kalangan ummat Islam ini yg berkata: “Saya tak apa, saya dapat melawan Dajjal” Jangan sekali-kali berkata demikian kerana sgt sedikit org yg dapat mempertahankan keimanan ketika berhadapan dgn Dajjal. Oleh itu Rasulullah s.a.w. telah mengajar kita supaya berlindung dengan Allah s.w.t. dari godaan Dajjal, seperti yg di ajarkan oleh Baginda dlm doa tahiyyat akhir yg sunat doa itu kita baca setiap kali kita sembahyang. Ini menunjukkan betapa besarnya fitnah Dajjal tersebut “Ya Allah aku berlindung dgn engkau daripada siksa api neraka Jahanam dan dari siksa kubur dan dari ujian dlm kehidupan dan ujian setelah mati dan juga aku berlindung dgn Engkau daripada kejahatan Al Masih Dajjal..” H.R Muslim

Reblog this post [with Zemanta]
Jangan Lupa komen selepas membaca. Manusia dan islam sentiasa bersama anda.

Terima Kasih kerana bersama Manusia dan Islam.
Terdapat ralat dalam alat ini

Punca Carian

Sila Komen Dengan Berhemah

Related Posts with Thumbnails