Manusia Dan Islam: 04/01/2009 - 05/01/2009

Isnin, 27 April 2009

Dimensi Keilmuan Al-Quran

11th Century North African Qur’ān in the Briti...Image via Wikipedia


Terdapat lebih dari 10 % ayat-ayat Al-Quran merupakan rujukan-rujukan kepada fenomena alam. Sehingga termasuk kepentingan yang mendasar untuk menyingkap ayat-ayat keilmuan tersebut, dan bagaimana kita bisa memanfaatkannya. Mengenai hal di atas terdapat dua pandangan berbeda di kalangan ulama :

Pandangan pertama mengatakan bahwa Al-Quran mencakup seluruh bentuk pengetahuan dan dengan demikian ia mencakup unsur-unsur dasar seluruh ilmu kealaman. Padangan ini diikuti oleh Al-Gazali, - seperti dalam buku-bukunya Ihya Ulumudin, Jawahir Al-Quran - , As-Suyuti - dalam bukunya Al-Ithqan fi Ulumul Quran - , Abd Rahman Al-Kawakibi, Abd Razak Naufal, dll. termasuk yang terkenal belakangan Maurice Bucaile. Beberapa ayat yang digunakan untuk mendukung pendapat ini misalkan :

Kami tidak melalaikan sesuatu pun di dalam Kitab ini ..... (6:38)

.... dan telah Kami wahukan Kitab (Al-Quran) kepadamu untuk menerangkan segala-sesuatu dengan jelas .... (16:89)

Hadis Rasul :
Rasulullah berkata, " Akan terjadi kejahatan-kejahatan ". Beliau ditanya, " Apa yang menyelamatkan kita darinya ?" Beliau menjawab, " Kitab Allah, di dalamnya terdapat berita-berita tentang apa yang terjadi sebelum kalian dan yang terjadi setelah kalian "

Pandangan kedua, Al-Quran adalah kitab petunjuk, karena itu membicarakan ilmu kealaman adalah bukan tujuannya. Pintu-pintu ilmu adalah akal dan ekperimentasi, bukan hadis dan Al-Quran. Teori-teori ilmu berubah, sehingga tidak benar menafsirkan Al-Quran menurut teori-toeri yang berubah. Dan lain-lain alasan. Ayat-ayat di atas, menurut pandangan ini adalah berkenaan dengan ibadah. Pendapat ini diikuti oleh Asy-Syatibi, Muhammad Abduh dll.

Pendapat Dr. Mahdi Ghulsyani

Al-Quran memang merupakan Kitab petunjuk bagi manusia, dan mencakup apa saja yang diperlukan manusia dalam wilayah iman dan amal. Al-Quran bukan merupakan ensiklopedi sains, dan mencocok-cocokkannya dengan teori-teori sains yng berubah tidaklah tepat. Tetapi, hal yang juga tidak bisa dipungkiri bahwa Al-Quran memberi rujukan-rujukan terhadap sebagian fenomena alam. Hal ini bukan untuk mengajarkan sains, tetapi harus digunakan sebagai bantuan dalam menarik perhatian orang kepada keagungan Allah dan dengan begitu membawanya dekat kepada-Nya.

Kemajuan sains juga membawa membawa kemudahan dalam memahami berbagai ayat-ayat kealaman, misalnya :

Tidakkah mereka orang-orang kafir itu melihat bahwa langit dan bumi keduanya dulu merupakan sesuatu yang padu, kemudian kami pisahkan keduanya, dan dari air kami jadikan segala-sesuatu yang hidup (21:30)

merujuk kepada evolusi jagad raya dan peranan air dalam kehidupan.

Pendapat ini sesuai dengan Al-Maraghi :

"Bukan maksud saya untuk mengatakan bahwa Kitab Suci ini mencakup secara rinci atau ringkas, seluruh sains dalam gaya buku teks, tetapi saya ingin mengatakan bahwa Al_Quran mengandung prinsip-prinsip umum dalam artian seseorang dapat menurunkan seluruh pengetahuan tentang fisik dan spiritual manusia yang ingin diketahuinya dengan bantuan prinsip-prinsip tersebut. ......"

"Adalah penting untuk tidak memperluas makna ayat sejauh itu, aar kita dapat menafsirkannya dalam sorotan sains. Juga seseorang tidak boleh melebih-lebihkan penafsiran fakta-fakta ilmiah sehingga cocok denga Al-Quran. Bagaimana pun, jika makna lahiriah ayat itu konsisten dengan sebuah fakta ilmiah yang mantap, kita dapat menafsirkannya denga bantuan fakta itu. "

Pesan Al-Quran bagi Ilmuwan Muslim

Dalam Al-Quran terdapat lebih dari 750 ayat membahas berbagai fenomena alam. Ayat-ayat ini melibatkan sebuah pesan penting bagi para ilmuwan Muslim.

1. Dianjurkan untuk mengkaji seluruh aspek alam dan menemukan misteri-misteri penciptaan.

" Dan pada penciptaan kalian dan pada binatang0binatang melata itu terdapat ayat-ayat bagi kaum yang meyakininya (45 :5)

Tetapi mengkaji ayat-ayat keilmuan dalam Al-Quran harus mendorong kaum Muslim untuk mengejar sains dan tidak hanya terpaku pada petunjuk-petunjuk yang ada.

2. Ayat-ayat itu menegaskan bahwa segala sesuatu di dunia itu teratur dan bertujuan. Dan tidak ada cacat.

"... Dan Dia ciptakan segala sesuatu, kemudian Dia mengaturnya dengan sangat tepat."(25:2)

3. Al-Quran menyuruh kita mengenali hukum-hukum alam ( pola-pola Allah di alam semesta) dan mengeksploitasinya untuk kesejahteraan manusia denga tidak melampaui batas-batas syariah.

" .... Allah telah meninggikan langit dan menyeimbangkannya. janganlah kalian menyalahi keseimbangan (55:5-8)

Eksploitas material harus menggiring kita pada kemajuan spiritual dan bukan menghancurkannya.

4. Sains adalah perwujudan berbeda dari satu dunia yang diciptakan dan yang dikelola oleh satu Tuhan. Karena itu kombinasi ilmu-ilmu tersebut harus menggiring kita kepada gambaran tunggal dunia.

5. Al-Quran dan hubungannya dengan sains, adalah keunikan pandangan dunia dan epistemologinya. Kebanyakan kesalahan yang terjadi pada perkembangan sains memiliki akar pada pandangan materialistik yang menyertai sains modern. Al-Quran memperingatkan kita pada perangkap-perangkap ini dan memberitahukan rintangan-rintangan terhadap pengetahuan alam yang benar kepada kita.

Ringkasnya, Pelajaran penting dari ayat-ayat keilmuan Al-Quran :

1. Priorotas harus diberikan pada manusia pada penemuan alam dengan menggunakan indera dan akal.

2. Al-Quran memberi kita pandangan-dunia (world-view) yang benar.


(Diringkasi dari Dr. Mahdi Ghulsyani, Filsafat Sains menurut Al-Quran,
oleh Warsono)



Reblog this post [with Zemanta]

Khamis, 23 April 2009

Mengenal Dunia Ini

Ketentuan AllahImage by mia_sarah via Flickr



Dunia ini adalah ibarat pasar yang dilalui oleh pengembara dalam perjalanannya menuju ke tempat yang lagi satu. Di sinilah pengembara itu mengumpulkan bekal untuk perjalanannya. Pendeknya di sinilah manusia itu dengan menggunakan indera jasmaninya, memperolehi sedikit sebanyak pengetahuan tentang kerja-kerja Allah, dan melalui pengetahuan itu untuk Mengenal Allah. Pandangan terhadap Allah inilah yang menentukan kebahagiaan dan keselamatan di hari kemudian; karena untuk mendapatkan Ilmu Pengetahuan inilah, maka manusia turun ke dunia dan tanah ini. Selagi inderanya ada bersama dengannya, orang itu dikatakan berada "dalam dunia ini". Apabila indera ini meninggalkan jasad dan hanya sifat-sifatnya yang perlu saja yang tinggal. maka orang itu dikatakan telah kembali "ke akhirat".

Semasa manusia itu berada dalam dunia ini, dua perkara perlu baginya.

Pertama; melindungi dan mengasuh(memelihara) Ruhnya dan
Keduanya; memelihara dan menyelenggara badannya.


Makanan Ruh itu seperti yang tersebut sebelum ini, ialah Mengenal dan Cinta kepada Allah. Jika cinta itu ditumpukan sepenuhnya kepada "ghair Allah" (selain Allah), maka binasalah Ruh itu. Badan itu hanya ibarat binatang tunggangan bagi Ruh. Badan itu akan hancur tetapi Ruh tetap hidup. Ruh itu sepatutnya memelihara badan. Ibarat orang yang hendak mengerjakan Haji ke Mekah, ia perlu memelihara untanya, tetapi jika ia menghabiskan masa dengan memberi makan dan menghias untanya saja, maka kafilah akan meninggalkan ia di belakang dan binasalah ia di padang pasir.

Keperluan badan manusia itu terbagi kepada tiga saja yaitu makanan; pakaian; dan tempat tinggal. Tetapi kemauan badan yang ada pada seseorang untuk mendapatkan tiga perkara itu cenderung melawan akal dan melebihkan dari tiga perkara itu. Oleh itu, perlulah kemauan itu disekat dan dibatasi dengan undang-undang syariat yang dibawa oleh Rasul-Rasul.

Berkenaan dunia ini pula, di mana kita tinggal , terbagi kepada tiga - yaitu binatang, tumbuh-tumbuhan dan galian(logam). Hasil ketiga hal ini sentiasa diperlukan oleh manusia dan melahirkan tiga pekerjaan yang utama pada manusia yaitu;

* Kerja Menenun,
* Kerja Membina dan
* Kerja-kerja Logam.

Ini pula terbagi kepada beberapa cabang lagi seperti Tukang Jahit, Tukang Batu, Tukang Besi dan lain-lain lagi. Tidak ada yang bebas sendiri; perlu saling berkaitan. Maka timbullah perhubungan dan perkaitan perdagangan dan perniagaan. Di sini timbul pula keadaan-keadaan yang menerbitkan Hasad, Dengki, Tamak, loba dan berbagai-bagai penyakit Jiwa(Ruh). Dengan itu timbul pula pertengkaran dan persengketaan serta keperluaan untuk berpolitik, berkerajaan dan pengetahuan tentang undang-undang.

Oleh yang demikian, pekerjaan dan perdagangan di dunia ini makin bertambah rumit dan kusut dan kompleks. Ini karena manusia telah lupa bahwa keperluan mereka yang utama adalah hanya tiga perkara saja yaitu pakaian, makanan dan tempat tinggal. Diri ini anya bertujuan untuk menjadikan badan itu layak bagi tunggangan Ruh dalam perjalanan menuju ke akhirat. Mereka telah sama terlena seperti orang yang pergi ke Mekah, mereka telah lupa tujuan perjalanan dan dirinya sendiri, lalu menghabiskan masa memberi makan dan menghias untanya. Manusia pasti terpesona dan terpikat oleh dunia kecuali ia berhati-hati benar supaya tidak tergoda. Nabi ada bersabda mengatakan bahwa dunia ini ibarat Tukang Sihir yang lebih pintar dari Harut dan Marut.

Dunia ini menipu kita dengan cara berikut.

Pertama; ia berpura-pura kekal bersama kita padahal sebenarnya ia sentiasa berlalu saat demi saat sambil melambaikan tangan mengatakan Selamat Tinggal kepada kita, seperti bayang-bayang yang nampaknya tetap tetapi sebenarnya bergerak.

Kedua; Dunia ini berpusing seperti seperti Ahli Sihir yang menarik tetapi jahat. Ia berpura-pura Cinta kepada kita, suka kepada kita, tetapi kemudian ia pergi kepada musuh dan meninggalkan kita manusia kesedihan dan putus asa. Nabi Isa Alaihissalam melihat dunia ini seperti bentuk nenek berkebaya tua yang buruk. Beliau bertanya kepada dunia itu berapakah suami yang ia ada. Dunia itu menjawab suaminya tidak terkira banyaknya. Beliau bertanya lagi adakah suaminya itu telah mati atau telah diceraikan. Katanya semua mereka itu telah dibunuhnya. Nabi Isa Alaihissalam berkata;

"Aku heran kenapa manusia bodoh, telah melihat bagaimana anda melakukan kekejaman itu namun masih juga mereka suka dan cinta kepada anda".

Nenek berkebayan yang jahat ini memakai pakaian yang indah-indah dan menutup mukanya. Kemudian ia pergi menggoda manusia. Banyaklah manusia yang tergoda dan tertipu dan dibinasakannya. Nabi SAW. pernah bersabda bahwa di hari Qiyamat kelak, dunia ini akan berupa dengan bentuk Ahli Sihir, matanya hijau dan giginya tertonjol keluar. Orang yang melihatnya akan berkata;

"Kasihanilah kami! Siapakah ini?"

Malaikat akan menjawab;

"Inilah dunia yang kamu perbuat dan pertengkarkan, yang kamu bunuh-membunuh dan sembelih-menyembelih antara satu sama lain".

Kemudian dia akan dilemparkan ke Neraka dan di situlah ia akan menjerit; "Oh Tuhan!!! Di manakah mereka yang mencintai aku dahulu". Kemudian Allah perintahkan mereka itu dilemparkan juga ke dalam Neraka itu.

Barangsiapa bertafakur dengan serius bahwa dahulunya dunia ini tidak wujud dan di masa akan datang ia akan hilang sirna, maka nampaklah ia bahwa dunia ini ibarat perjalanan di mana peringkat-peringkatnya berupa tahun, bulan dan batunya dengan harinya, dan langkahnya dengan saat. Tidak dapat hendak diceritakan bagaimana ruginya mereka yang menganggap dunia ini tempat kediamannya yang kekal dan membuat rancangan untuk sepuluh tahun yang akan datang pada mungkin ia akan berada dalam kubur dalam tempoh sepuluh hari lagi. Siapa tahu!!!.

Siapa yang meninggalkan dirinya dalam lautan keindahan dunia fana ini, di masa matinya akan jadi seperti orang yang menyumbatkan mulut dan perutnya dengan makanan dan kemudian ia memuntahkan semula. Kelazatannya hilang sirna. Tinggallah malu dan aib. Makin banyak harta-benda, uang ringgit, rumah dan taman yang indah dipunyainya, makin pedih dan payahlah ia hendak meninggalkan semua itu. Kepedihan dan kepayahan ini akan dibawa hingga selepas mati karena jiwa yang sudah biasa dengan Tamak Haloba itu akan menjadi Tamak Haloba juga selepas mati dan di Akhirat kelak akan merasai kesusahan dan kepedihan karena kemahuan dan keinginan yang tidak merasa puas.

Satu daripada ciri atau sifat perkara keduniaan ini ialah pada mulanya nampak seperti perkara kecil saja, tetapi tiap-tiap perkara yang nampak "kecil" ini bercabang hingga tidak terhingga lagi banyaknya, hingga ia menelan dan membolot seluruh masa dan tenaga manusia itu. Nabi Isa Alaihissalam pernah berkata;

"Orang yang cinta kepada dunia itu ibarat orang yang meminum air laut, makin diminum makin dahaga hingga akhirnya ia binasa, namun dahaga tidak juga hilang".

Nabi SAW. pernah bersabda;

"Tidaklah kamu bercampur dengan keduniaan itu melainkan kamu dikotori sebagaimana orang yang masuk ke air, pasti akan basah".

Dunia ini ibarat meja yang di atasnya ada hidangan untuk tetamu yang datang silih berganti. Di atasnya ada pinggang mangkuk emas dan perka, penuh dengan makanan yang sedap-sedap, dan bau-bauan yang harum mewangi. Tetapi yang bijak akan makan seperlunya, menghidu wangi-wangian itu, mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah, dan kemudian pergi. Tetapi tetamu yang bodoh, sebaliknya hendak membawa pulang pinggang mangkuk emas dan perak itu, tetapi benda-benda itu dirampas balik darinya. Ia ditolak pergi. Maka malu dan hina serta putus asa saja yang diperolehinya.

Sekarang kita tutup penerangan kita tentang tipu muslihat dunia ini dengan ibarat yang berikut. Katalah sebuah kapal tiba di sebuah pulau yang penuh dengan kayu-kayan. Nakhoda kapal itu memberitahu penumpang-penumpang kapal itu ia hendak singgah bebarapa jam saja di pulau itu, dan mereka boleh naik ke pantai untuk sementara waktu tetapi jangan terlampau lama. Maka turunlah penumpang-penumpang itu ke pantai dan masing-masing pergi ke sana dan kemari sesuka hatinya.

Orang yang bijak di antara mereka itu akan kembali ke kapal dalam masa yang singkat saja dan apabila melihat kapal itu lapang mereka pun mencari tempat yang nyaman untuk duduk.

Kumpulan penumpang yang kedua pula berjalan ke sana ke mari lama sedikit sambil menikmati keindahan pokok-pokok dan bunga-bunga dan mendengar burung-burung menyanyi. Setelah kembali ke kapal, mereka dapati tempat-tempat yang baik di kapal itu telah diduduki dan terpaksalah mereka berpuas hati dengan tempat yang kurang myaman itu..

Kumpulan yang ketiga berjalan dan bersiar makin jauh di pulau itu dan mereka membawa batu-batu yang beraneka warna untuk dibawa ke kapal. karena mereka lambat kembali ke kapal itu, terpaksalah mereka duduk di tempat-tempat yang kurang baik di dalam perut kapal itu. Mereka dapati batu yang berkilauan yang mereka bawa itu telah hilang kilauan dan warna-warninya.

Kemudian yang terakhir pula telah merayau-rayau terlalu jauh ke tengah pulau itu hingga tidak sadar masa untuk belayar telah hampir tiba dan tidak pula mendengar panggilan nakhoda itu karena mereka terlampau jauh. Maka terpaksalah kapal itu belayar lagi tanpa mereka. Maka menyesalah mereka dengan putus asa dan dukacita dan akhirnya binasalah mereka karena dahaga dan kepalaran ataupun dimakan oleh binatang-binatang buas.

Kumpulan pertama itu ibarat orang-orang yang beriman yang menjauhkan diri dari pengaruh keduniaan; dan kumpulan yang terakhir ialah ibarat orang-orang kafir yang hanya memandang dunia ini saja dan lupa akhirat. Dua golongan yang di antara itu adalah mereka yang memelihara Imannya mereka tetapi mengikut pautan diri mereka kurang lebih dengan perkara-perkara yang tidak berfaedah di dunia ini.

Meskipun kita telah bercakap banyak mengecam dunia ini, tetapi hendaklah diingat bahwa ada juga perkara-perkara di dunia ini yang bukan terdiri dari benda keduniaan, seperti Ilmu Pengetahuan dan Amal Sholeh. Manusia akan membawa bersamanya apa-apa Ilmu yang ia punyai masuk ke Alam Akhirat. Meskipun amal sholehnya telah berlalu, namun kesannya tetap tinggal dalam wataknya atau keperibadiannya khususnya dalam hal peribadatan, yang menghasilkan Cinta kepada Allah dan mengenangNya sentiasa. Inilah sebagian dari "perkara-perkara yang baik" yang tersebut di dalam Al-Qur'an sebagai "Tidak akan hancur musnah".

Lain-lain perkara baik dalam dunia ini, seperti berkahwin, makanan, pakaian dan sebagainya digunakan oleh orang-orang yang bijaksana menurut kadarnya kerena ini semua menolongnya untuk mencapai ke Alam akhirat. Apa saja yang menarik seluruh perhatian hati yang menyebabkan tertambat ke dunia ini dan lupa ke Akihrat, adalah sebenarnya jahat semata-mata. Ini diibaratkan oleh Nabi SAW demikian;

"Dunia ini celaka dan semua perkara dalam dunia ini celaka, kecuali Zikir Allah(mengenang Allah) dan apa-apa saja yang membantu(untuk mengingati Allah)




Reblog this post [with Zemanta]

Isnin, 20 April 2009

Pembukaan Hati Ke Alam Ghaib

Clouds over AllahImage by Stuck in Customs via Flickr



Pembukaan pintu hati ke Alam Ghaib ini berlaku juga dalam kondisi-kondisi yang dekat Wahyu Kenabian, di mana Intuisi atau Wahyu atau Ilham terbit dalam fikiran tanpa di bawa melalui saluran-saluran indera(pancaindera) sebagaimana seseorang itu menyucikan dirinya dari pengaruh nafsu kebendaan dan menumpukan(konsentrasi) fikirannya kepada Allah. Maka semakin bertambah teranglah kesadarannya pada Intuisi atau Ilham yang seperti itu. Mereka yang tidak tahu tentang perkara ini tidak berhak menafikan hakikat tersebut.

Intuisi(Ilham) ini bukanlah terbatas bagi mereka Kenabian saja. Ibarat besi, jika selalu digosok dan digilap akan menjadi berkilat seperti cermin. Begitu juga jiwa dan fikiran yang diasuh dengan disiplin sedemikian rupa akan dapat menerima informasi dari Alam Ghaib itu. Sebab itulah Nabi Muhammad SAW. ada bersabda;

"Tiap-tiap kanak-kanak itu dilahirkan dalam keadaan Islam(fitrah), maka kemudian ibu-bapanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi"

Tiap-tiap manusia dalam kesadaran batinnya yang dalam itu pernah mendengar pertanyaan;

Bukankah aku ini Tuhanmu?" dan mereka menjawab; "Ya", sebenarnya" tetapi sesetengah hati adalah ibarat cermin yang penuh debu dan berkarat sehingga tidak memberi bayangan apa-apa di dalamnya. Tetapi hati Ambiya dan Aulia meskipun mereka itu manusia biasa yang mempunyai perasaan seperti kita, mereka sangat senang dan cepat menerima semua gambaran atau Ilham Ketuhanan Yang Maha Tinggi itu.

Bukanlah karena Ilmu yang didapati dari Ilham atau Wahyu atau Intuisi itu saja yang menyebabkan Ruh manusia itu dapat menduduki martabat pertama atau paling tinggi di kalangan makhluk, tetapi juga oleh karena kekuasaannya(Ruh). Sebagaimana Malaikat-malaikat menguasai atau memerintah unsur-unsur, maka begitu jugalah Ruh itu. Ia memerintah anggota-anggota badan. Ruh-ruh yang mencapai peringkat kekuasaan yang khusus bukan saja memerintah badan mereka sendiri tetapi juga badan-badan yang lain. Jika mereka menginginkan orang sakit supaya sembuh, maka sembuhlah ia, atau orang yang sehat bisa disakitinya; atau jika mereka inginkan seseorang supaya datang kepada mereka, maka datanglah orang itu. Oleh karena kerja-kerja Ruh yang kuat ada dua macam; yaitu baik dan jahat, maka perbuatan mereka itu pun dibagikan dua macam juga yaitu Mukjizat dan yang lagi satu Sihir.

Ruh-ruh yang kuat ini berbeda dari Ruh-ruh orang biasa dalam tiga perkara:

1. Apa yang orang lain dapat lihat secara mimpi dalam tidur, mereka lihat dalam jaga.

2. Orang lain hanya dapat menguasai badan mereka sendiri saja. Mereka ini dapat menguasai badan-badan selain diri mereka juga.

3. Orang lain mendapat Ilmu dengan belajar dan mengkaji bersungguh-sungguh. Mereka ini mendapat Ilmu itu secara Ilham atau Wahyu.


Bukanlah ini saja tanda yang membedakan mereka dari orang biasa. Ada lagi yang lain. Tetapi itulah saja yang kita ketahui. Sebagaimana juga kita ketahui yaitu Allah itu saja yang mengenal DiriNya Yang Sebenar-benarNya, begitu jugalah hanya Nabi-nabi itu juga yang mengenal Hakikat Kenabian itu sebenarnya. Ini tidaklah mengherankan. Sedangkan dalam kehidupan sehari-harian ini pun kita mengalami kesulitan untuk menerangkan keindahan sesuatu Syair atau Puisi kepada orang yang tidak tahu dan tidak faham tentang Syair dan Puisi; atau keindahan warna pada orang buta.

Di samping ketidakmampuan, ada hal lain lagi yang menghalang seseorang itu mencapai Hakikat Keruhanian. Satu daripadanya ialah Ilmu yang diperolehi dari luar. Sebagai ibarat, hati itu adalah sebuah telaga, dan lima indera ialah lima batang pipa air yang sentiasa mengalirkan air ke telaga itu. Untuk mengetahui isi telaga itu sebenarnya, pipa air itu hendaklah dihentikan mengalir ke dalam telaga itu untuk sementara waktu, dan sampah-sampah yang di bawa oleh pipa air itu hendaklah dibuang dari telaga itu. Demikianlah ibaratnya.

Sekiranya kita hendak mencapai Hakikat Keruhanian yang suci itu, maka kita hendaklah sementara waktu menepikan Ilmu yang diperolehi dari proses luar (yaitu yang datang dari luar seperti belajar, membaca dan sebagainya) di mana biasanya telah menjadi beku dan keras dan bersifat Prasangka (Doqmatic Prejudice).

Di samping itu ada pula satu kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang yang pendek IlmuNya, yaitu setelah mereka mendengar percakapan orang-orang Sufi, mereka pun merendah-rendahkan taraf ilmu. Ini adalah ibarat seorang yang bukan ahli dalam bidang Ilmu Kimia mengatakan, "Kimia itu lebih baik dari emas!", dan ia enggan menerima apabila emas diberikan kepadanya. Kimia lebih baik dari emas, tetapi ahli-ahli Kimia yang sebenar-benar pakar sangat sedikit bilangannya. Begitu jugalah ahli-ahli Sufi yang pakar sebenarnya amat sedikit bilangannya.

Orang yang hanya tahu sedikit saja berkenaan Kesufian adalah tidak lebih tinggi martabatnya dari orang-orang yang berpengetahuan. Begitu juga orang yang baru mencoba beberapa percobaan dalam bidang Kimia, janganlah hendak merendah-rendahkan orang yang kaya.

Orang-orang yang melihat berkenaan hal ini tentu akan melihat betapa kebahagian itu adalah sebenarnya berkaitan dengan Mengenal Allah Subhanahuwa Taala. Tiap-tiap anggota kita ini suka dan tertarik dengan apa yang sebenarnya ia dijadikan. Misalnya hawa nafsu suka dengan apa yang dikehendakinya; marah suka dengan membalas dendam; mata suka dengan benda yang indah; telinga suka mendengar muzik yang merdu dan sebagainya. Fungsi(tugas) Ruh manusia yang paling tinggi ialah Menyaksi atau Melihat Hakikat, dan di sanalah ia mendapat ketertarikan dan kesukaannya. Seorang itu amat gembira diberi jabatan Perdana Menteri, tetapi kegembiraan itu akan bertambah jika Raja berkawan baik dengannya dan menceritakan kepadanya rahsia-rahasia negeri.

Ahli Ilmu Falak(Astronom) dengan ilmunya dapat membuat peta-peta bintang dan perjalanan falaknya, akan merasai lebih tertarik pada ilmunya itu daripada pemain catur dengan ilmunya. Tidak ada yang lebih tinggi dari Allah Subhanahuwa Taala. Alangkah besarnya ketertarikan dan kebahagiaan yang didapati oleh seseorang itu hasil dari Makrifat Allah.

Barangsiapa yang sudah hilang kemauan untuk mencapai Ilmu yang sedemikian tinggi itu, maka orang itu adalah ibarat orang yang habis seleranya untuk memakan makanan yang baik-baik; atau pun seperti orang yang lebih suka memakan tanah daripada memakan roti. Semua selera badan kasar ini hilang apabila mati (bercerai nyawa dengan badan). Selera itu mati bersama badan kasar itu. Tetapi Ruh tidak mati dan ia tetap membawa apa juga Ilmu tentang Ketuhanan yang ada padanya, bahkan menambahkan Ilmu itu lagi.

Sebagian hal penting berkenaan Ilmu kita tentang Allah adalah timbul dari kajian dan pemikiran kita tentang badan kita sendiri, yang membukakan kepada kita kekuatan, kebijaksanaan dan Cinta Tuhan Yang Menjadikan segalanya. KekuasaanNya menunjukkan betapa setitik air djadikan kita seorang manusia yang cukup lengkap. KebijaksanaanNya ditunjukkan dengan betapa rumit dan sulitnya anggota-anggota kita dan saling persesuaian antara bagian-bagian anggota itu antara satu dengan yang lain. CintaNya ditunjukkan dengan KurniaNya kepada kita bukan saja anggota-anggota yang paling penting untuk hidup seperti jantung, hati, otak, tetapi juga anggota-anggota yang tidak paling penting seperti tangan, kaki, lidah dan mata. Kemudian ditambah pula dengan perhiasan seperti hitam rambut, merahnya bibir, bulu mata yang melentik dan sebagainya.

Maka sewajarnyalah manusia itu diibaratkan sebagai " ALAM KECIL" dalam dirinya sendiri bentuk dan susunan badan itu hendak dikaji bukan saja oleh mereka yang hendak jadi doktor tetapi juga hendaklah dikaji oleh mereka yang ingin mencapai MakrifatuLlah, sebagaimana juga mengkaji secara mendalam tentang susunan keindahan bahasa dalam Puisi yang agung akan membukakan kepada kita kebijaksanaan pengarangnya.

Bahwa Ilmu atau Mengenal Ruh itu memainkan peranan yang lebih penting untuk membawa kepada MakrifatuLlah; lebih penting dari mengenal badan dan tugas-tugasnya. Badan ini ibarat kuda tunggangan dan Ruh itu ibarat Penunggangnya. Badan itu dijadikan untuk Ruh, dan Ruh itu untuk badan. Jika seseorang itu tidak tahu dirinya yang mana adalah yang paling dekat dengan Dia, maka apakah gunanya ia mengenal yang lain? Ibarat pengemis; yang dirinya sendiri pun payah hendak makan berkata pula ia akan memberi makan kepada penduduk sebuah kampung.

Dalam bab ini kita akan coba sedikit-sebanyak membicarakan keagungan Ruh manusia. Orang yang tidak peduli kepada jiwa atau RuhNya dan membiarkan Ruh atau jiwa itu berkarat dan gelap, maka rugilah ia di dunia dan di akhirat juga. Keagungan seseorang manusia itu sebenarnya terletak pada usaha untuk menuju Yang Kekal Abadi. Jika tidak, dalam dunia fana ini, manusia itulah yang paling lemah dari segala makhluk karena tunduk kepada kepada lapar, dahaga, panas, sejuk dan dukacita.

Perkara yang paling disukai biasanya paling bahaya kepadanya, dan perkara yang memberi faedah hanya dapat diperolehi melalui usaha dan susah payah. Berkenaan dengan Aqalnya pula, kesalahan yang sedikit saja pada otak bisa menyebabkan ia gila dan rusak. Berkenaan kekuasaan pula, gigitan nyamuk saja telah cukup menyebabkan ia resah gelisah dan tidak dapat tidur. Berkenaan dengan perasaan pula, dia rasa dukacita hanya dengan kehilangan beberapa sen uang. Berkenaan dengan kecantikan pula, dia tidak lebih dari perkara yang kotor dibalut dengan kulit yang licin lunak. Tanpa dibasuh selalu, ia menjadi tidak menarik lagi.

Pada hakikatnya, manusia itu dalam dunia ini adalah sangat lemah dan hina. Hanya di akhirat kelak manusia itu akan bernilai dan berharga. Maka dengan cara "Kimia Kebahagiaan" dia meningkat naik dari peringkat binatang kepada peringkat Malaikat. Kalau tidak, peringkat lebih hina dan rendah dari binatang yang akan hancur dan akan jadi tanah. Maka perlulah bagi manusia di samping sadar tentang ketinggian martabatnya dari semua makhluk, sadarlah hendaknya tentang lemah hinanya, karena itu pun adalah satu "anak kunci" membuka pintu Mengenal Allah (MakrifatuLlah).

artikel dari buku KIMIA KEBAHAGIAN ( Al Ghazali)

Reblog this post [with Zemanta]

Sabtu, 18 April 2009

Tiga Nasihat

Pada suatu hari ada seseorang menangkap burung. Burung itu
berkata kepadanya, "Aku tak berguna bagimu sebagai tawanan.
Lepaskan saja aku, nanti kuberi kau tiga nasihat."

Si Burung berjanji akan memberikan nasihat pertama ketika
masih berada dalam genggaman orang itu, yang kedua akan
diberikannya kalau ia sudah berada di cabang pohon, dan yang
ketiga ia sudah mencapai puncak bukit.

Orang itu setuju, dan meminta nasihat pertama.

Kata burung itu,

"Kalau kau kehilangan sesuatu, meskipun kau menghargainya
seperti hidupmu sendiri, jangan menyesal."

Orang itupun melepaskannya, dan burung itu segera melompat
ke dahan.

Di sampaikannya nasihat yang kedua,

"Jangan percaya kepada segala yang bertentangan dengan akal,
apabila tak ada bukti."

Kemudian burung itu terbang ke puncak gunung. Dari sana ia
berkata,

"O manusia malang! diriku terdapat dua permata besar, kalau
saja tadi kau membunuhku, kau akan memperolehnya!"

Orang itu sangat menyesal memikirkan kehilangannya, namun
katanya, "Setidaknya, katakan padaku nasihat yang ketiga
itu!"

Si Burung menjawab,

"Alangkah tololnya kau, meminta nasihat ketiga sedangkan
yang kedua pun belum kau renungkan sama sekali! Sudah
ku katakan padamu agar jangan kecewa kalau kehilangan, dan
jangan mempercayai hal yang bertentangan dengan akal. Kini
kau malah melakukan keduanya. Kau percaya pada hal yang tak
masuk akal dan menyesali kehilanganmu. Akukan tidak cukup
besar untuk bisa menyimpan dua permata besar!

Kau tolol. Oleh karenanya kau harus tetap berada dalam
keterbatasan yang disediakan bagi manusia."

Catatan

Dalam lingkungan darwis, kisah ini dianggap sangat penting
untuk "mengakalkan" pikiran siswa Sufi, menyiapkannya
menghadapi pengalaman yang tidak bisa dicapai dengan
cara-cara biasa.

Di samping penggunaannya sehari-hari di kalangan Sufi, kisah
ini kedapatan juga dalam klasik Rumi, Mathnawi. Kisah ini
ditonjolkan dalam Kitab Ketuhanan karya Attar, salah seorang
guru Rumi. Kedua pujangga itu hidup pada abad ke tiga belas.



Reblog this post [with Zemanta]

Jumaat, 10 April 2009

Bangunkan Ekonomi Islam Dengan Dinar Emas



Assalamualaikum.

Jumpa lagi kita hari ini. Entri yang diketengahkan hari ini adalah dinar. Apa itu Dinar?Mengapa kita mesti menggunakan dinar dalam kehidupan seharian. Mengapa kita gunakan matawang? Apa keburukan matawang dalam tidak kita semua sedari?

Entri ini akan membongkar segala perkara yang tersembunyi disebalik penggunaan matawang dan kelebihan penggunaan dinar. Fikirlah sejenak selepas membaca entri ini mengapa kegawatan ekonomi sering terjadi? Marilah kita perjuangkan kembali sistem ekonomi Islam yang telah disisihkan kini.

Ekonomi Amerika Syarikat (AS) yang menjadi tonggak kepada ekonomi kapitalis kini berada pada tahap terburuk dan lembap. Kelembapan itu turut menjangkiti negara-negara lain di dunia. Tiga per empat daripada dolarnya berada diluar negara dengan nilai yang terus menyusut.

Kegemilangannya dilihat terus merudum. Tidak seperti detik bersejarah Perjanjian Bretton Woods pada tahun 1944 yang telah menipu dan memperdaya 44 buah negara supaya bersetuju menyandarkan mata wang kertas negara mereka kepada dolar AS. Tipu daya itu berlangsung menerusi jaminan adikuasa itu bahawa dolarnya adalah bersandarkan kepada emas iaitu sebanyak US$35 bagi setiap auns.

Penipuan terbesar adalah semasa pemerintahan Presiden Nixon yang mana pada tanggal 15 Ogos 1971 secara unileteral telah memungkiri perjanjian Bretton Woods dengan tidak lagi menyandarkan dolarnya kepada emas akibat kemelesetan ekonomi yang disebabkan oleh keperluan pembiayaan Perang Vietnam serta defisit imbangan pembayaran yang berterusan.

Semenjak runtuhnya Perjanjian Bretton Woods, sistem kewangan dunia telah digantikan dengan sistem mata wang apungan di mana nilai mata wang sesebuah negara, dinilaikan pada mata wang negara lain. Kaedah ini mengakibatkan ketidaktentuan turun naik nilai mata wang sekaligus memberi peluang kepada spekulator mata wang mengaut keuntungan atas kerugian negara lain. Richard Duncan, dalam bukunya “The Dollar Crisis,” meramalkan kemungkinan satu krisis ekonomi yang mungkin lebih buruk daripada ‘Great Depression’ seandainya sistem kewangan sekarang diteruskan.

Melihat kepada kekurangan yang ada pada sistem mata wang apungan ini, ramai pakar ekonomi berpendapat bahawa penggunaan dinar emas adalah sangat disyorkan agar digunapakai kembali sebagai alat menyimpan nilai dan perantara pertukaran terutama dalam perdagangan antarabangsa. Langkah ini disyorkan kerana dinar emas terkenal dengan sifat stabil terhadap aktiviti spekulasi dan manipulasi.

Dari segi tabungan, emas lebih stabil berbanding wang kertas kerana nilainya tidak mengalami turun naik yang ekstrem dan tidak merosot akibat inflasi. Dari segi zakat, hukum Islam menetapkan bahawa zakat hanya boleh dibayar dalam bentuk barangan nyata. Dinar emas sangat sesuai berbanding wang kertas kerana wang kertas hanya laku atas jaminan kerajaan yang mengeluarkannya. Sedangkan emas tidak memerlukan mana-mana pihak untuk mengesahkan nilainya kerana ia dengan sendirinya mempunyai nilai.

Umar Ibrahim Vadillo merupakan individu yang melihat penggunaan dinar emas sebagai jalan penyelesaian kepada krisis ekonomi dunia. Beliau telah berusaha keras untuk mencipta iklim ekonomi yang bersandarkan dinar emas yang sepatutnya menjadi mata wang umat Islam. Malah, beliau juga yang telah melobi Tun Mahathir selepas negara di landa krisis mata wang pada tahun 1997 untuk bertukar kepada penggunaan dinar emas. Hujahnya, mata wang dinar emas bukan sahaja mampu dijadikan sebagai kaedah utama pembayaran berikutan terdapat lebih daripada satu bilion umat Islam di dunia ini malah kedudukan ekonomi sesebuah negara akan lebih terjamin kerana dinar emas merupakan komoditi yang mempunyai harga yang stabil.

Pada tanggal 18 Ogos 1991, beliau dengan lantang telah mengeluarkan fatwa bahawa wang kertas adalah haram. Fatwa berkenaan merumuskan bahawa wang kertas adalah satu bentuk hutang (janji yang dibayar oleh pihak yang mengeluarkannya) dan oleh itu tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran. Ini bertepatan dengan takrifan daripada Imam Malik r.a. yang mentakrifkan wang sebagai “sebarang komodititi yang diterima umum digunakan sebagai alat pertukaran”. Oleh yang demikian, manusia mempunyai kebebasan untuk memilih sebarang komoditi yang bernilai sebagai mata wang dan bukan mata wang yang dipaksa nilai ke atasnya.

Menyelusuri sejarah, dinar emas telah menjadi piawai bagi mata wang dunia, selama beribu-ribu tahun, sehinggalah ia diganti kepada wang kertas dolar hanya pada awal tahun 1970-an.

Dinar berasal dari perkataan bahasa Latin Denarius iaitu matawang yang digunakan oleh Kerajaan Rom yang diperbuat dari logam perak. Ianya digunakan pada tahun 211 sebelum masihi di mana 1 denarius perak beratnya kira - kira 4.5 gram.

Dari perkataan Denarius ini, wujudlah pelbagai matawang yang lain seperti Denier (mata wang perak Perancis), Denaro (mata wang perak Itali), Dinar (mata wang emas Islam), Dinero (mata wang perak Sepanyol) dan Dinheiro (mata wang perak Portugis).

Pada penghujung zaman Republik Roman, mata wang Denarius dari logam emas mula digunakan dengan dikenali sebagai Denarius Aureus yang bermaksud Denarius Emas. Semenjak dari itu, perkembangan mata wang emas telah berubah mengikut peredaran zaman di mana semasa pemerintahan Constantine The Great (306 – 377 Tahun Masihi) mata wang emas lama telah ditukar dengan mata wang yang lebih ringan yang dikenali sebagai Solidus yang beratnya 4.5 gram.

Mata wang emas Solidus ini telah digunakan sehingga berakhirnya zaman Empayar Byzantium dan telah tersebar penggunaannya ke seluruh Semenanjung Tanah Arab sehinggalah ke zaman awal Islam. Dari zaman bermula berkembangnya agama Islam, penggunaan mata wang dinar emas dan dirham perak dari Parsi telah digunakan menjadi mata wang bagi setiap ummah ketika itu dalam urusan jual beli.

Hanya pada zaman pemerintahan Khalifah yang ke-3 iaitu Khalifah Saiyidina Ummar al-Khattab (13 – 23 hijrah / 633 – 644 masihi), penggunaan mata wang dinar dan dirham mula dikawal dari segi corak dan berat. Di bawah pemerintahan Khalifah Ummar, corak mata wang Islam telah diukir dengan nama Allah s.w.t. dan sebahagian dari ayat-ayat suci al-Quran. Berat mata wang Islam ini juga telah ditetapkan iaitu mata wang dinar mestilah mengandungi emas seberat 1 mithqal (iaitu seberat 4.25 gram ukuran pada masa kini). Manakala bagi mata wang dirham pula, beratnya adalah sebanyak 2.975 gram perak (ukuran pada masa kini) di mana jika nilai tukarannya dengan dinar ialah 7 dinar emas bersamaan dengan 10 dirham perak.

Kepentingan dinar emas jelas dicatat dalam buku Ibn Khaldun yang bertajuk “al-Muqaddimah.” Di dalam buku tersebut, mencatatkan akan wahyu Allah s.w.t. memasukkan dinar serta dirham dan ini telah membawa bersamanya banyak kaitan dalam hukum seperti zakat, perkahwinan dan hudud. Sebab itu di dalam wahyu Allah s.w.t. dengan jelas telah menyatakan akan ukuran yang tetap mengenai zakat dan sebagainya dengan menggunakan dinar dan dirham tidak dengan yang lain.

Islam mementingkan keredaan Allah s.w.t. dalam setiap pelakuan dan pekerjaan yang dilakukan kerana keredaan Allah s.w.t. akan memberikan kesejahteraan kepada kehidupan dunia dan akhirat. Idea mengembalikan dinar emas bukan suatu perkara kecil kerana ia secara langsung atau tidak, turut melibatkan soal sistem sosial, ekonomi, politik, dan, keberkatan dari-Nya.

Malah, kelemahan umat Islam sedunia mula ketara apabila berakhirnya penggunaan dinar emas. Menurut sejarah, pemerintahan Islam di bawah Khalifah Uthmaniyah di Istanbul, Turki telah dihelah dengan kemajuan dan pembangunan. Pinjaman wang kertas daripada Eropah untuk membangunkan Turki telah menjadikan negara tersebut berhutang dan melalui sistem wang kertas bersama riba telah melemahkan pemerintahan Khalifah.

Riba sangat dibenci Allah s.w.t dan Rasulullah s.a.w. Ini diterangkan dalam al-Quran yang bermaksud: “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahawa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kamu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya,” (al Baqarah:279).

Memang tidak dapat dinafikan, sistem wang dunia berasaskan wang kertas dan berlandaskan riba ini telah telah membawa kepada banyak kerosakan seperti kemiskinan, kerosakan alam sekitar, monopoli pengeluaran dan pengedaran. Sistem ini juga menimbulkan berbagai masalah seperti pengangguran, jenayah, maksiat dan kejatuhan moral. Sistem ini yang dikendalikan oleh institusi perbankan, sistem demokrasi dan ahli politik yang tidak bertanggungjawab telah memberi sumbangan kepada kesengsaraan masyarakat dunia.

Ibnu Abbas r.a. dari Ishaq Ibn Basheer dan Ibn Asakir di Kanz al-Ummal mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda, yang bermaksud: “Orang yang pertama mengikuti Dajjal adalah 70,000 orang Yahudi…dan antara tanda pelepasan Dajjal adalah amalan riba.”

Kini, dinar emas telah kembali dan ramai umat Islam dan bukan Islam dari seluruh dunia menyeru supaya dinar emas ini dikembalikan. Ditengah-tengah kekalutan ekonomi yang melanda kini, kilauan dinar emas dilihat dapat mengembalikan sistem kewangan yang lebih munasabah dan mantap. Ramai yang telah sedar akan tipu helah sistem kewangan yang ada dan masyarakat dunia sudah mula meminta supaya mengembalikan kebebasan untuk memilih. Sekiranya demokrasi dilaungkan di seluruh dunia supaya diamalkan dalam semua perkara, mengapa tidak kebebasan diberikan untuk memilih dinar sebagai wang?

Terima kasih kepada dppnjohor



Reblog this post [with Zemanta]

Rabu, 8 April 2009

RENUNGAN TENTANG UMUR MANUSIA - UMUR KELIMA

Assalamulaikum...

Jumpa lagi kita hari ini. Dalam sibuk kita menunggu pengumuman barisan kabinet kerajaan yang baru,rasanya masih sempat kita pelajari bab kelima tentang umur.
Bab yang akan dibentangkan hari ini dalah bab yang terakhir dalam siri Renungan tentang umur manusia. Didalam bab-bab yang dahulu kita telah di memahami serba sedikit tentang arah dan tujaan sebenar kita dilahirkan didunia ini. dan perlu lah kita ingat walau dalam keadaan mana pun kita kini baik kaya, miskin, sakit ataupun sihat kita masih lagi hamba kepada Allah S.W.T.

Di dalam bab yang kelima atau yang terakhir ini akan diterangkan kemana kita akan berada selepas kita dihisab di padang masyar nanti. Adakah kita ini tergolong dalam golongan ahli syurga atau neraka. Tepuk dada tanyalah iman anda...


......................................................................................





5. UMUR KELIMA

Neraka

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami nanti akan Kami masukkan ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka hangus akan Kami ganti dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan siksaan. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. 4:56)

"Dan orang-orang kafir, untuk mereka disediakan neraka Jahannam, tiada diputuskan perkara mereka hingga mereka mati, dan tidak pula diringankan dari mereka siksaannya. Begitulah Kami memberi balasan pada setiap orang yang sangat kafir. Didalamnya mereka berteriak (memohon pertolongan): 'Wahai Tuhan Kami! Keluarkanlah kami, niscaya kami mengerjakan perbuatan saleh berlainan dari apa yang telah kami kerjakan dulu.' (Tidak!)Kami telah memberi umur yang cukup untuk berpikir sehingga jika ada orang yang mau berpikir niscaya ia dapat mengambil peringatan, dan telah datang juga orang yang membawa peringatan kepada kamu..." (QS. 35:36-37)

"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa itu akan kekal di dalam neraka Jahannam. Tidak akan diringankan azab (hukuman) dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa. Kami tidak menganiaya mereka, tapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Mereka menyeru:'Hai Malik! Biarlah Tuhanmu mengakhiri hidup kami saja!' Malik menjawab: 'Kamu akan tetap tinggal di sini!'" (QS. 43:74-77)

Rasulullah saw bersabda:
"Api kamu ini hanyalah satu bagian dari tujuhpuluh bagian api di neraka Jahannam." Para sahabat mengatakan: "Yang inipun sudah cukup (beratnya)" Berkata Nabi: "Bahkan api neraka itu melebihi sebanyak enampuluh sembilan kali lipat panasnya dari api dunia."


"Api neraka Jahannam telah dinyalakan seribu tahun sehingga menjadi merah. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi putih. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi hitam legam, seperti malam yang gelap gulita" (HR. Tirmidzi)

"Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya ialah orang yang diberi sepasang sandal yang talinya terbuat dari api neraka, lalu mendidihlah otaknya karena panasnya yang laksana air panas mendidih di dalam periuk. Dia mengira tiada seorangpun yang menerima siksaan lebih dahsyat dari itu, padahal dialah orang yang mendapat siksaan paling ringan." (HR. Bukhari dan Muslim)

"Ada di antara mereka yang dimakan api sampai ke mata kakinya, ada yang dimakan sampai pinggangnya dan ada pula yang dimakan sampai ke tenggorokannya." "Wahai manusia sekalian, menangislah! Jika tidak dapat menangis, maka paksakan dirimu untuk menangis! karena sesungguhnya ahli neraka itu akan terus menangis hingga air matanya mengalir di pipi masing-masing, seperti air yang mengalir di sungai. Sampai air mata itu habis dan matanyapun pecah-pecah. Seandainya ada perahu yang diletakkan di situ niscaya berlayarlah dia." (HR. Ibnu Majah)

"Ditimpakan atas penghuni nerak kelaparan, seberat azab yang sedang mereka alami. Lalu mereka minta agar diberi makanan, maka merekapun diberi makanan duri-duri layu yang tiada berguna dan tidak sedikitpun melepaskan mereka dari kelaparan itu. Mereka meminta lagi, maka mereka diberi pula makanan yang mencekikkan. Lalu mereka teringat bahwa mereka dahulu meneguk minuman untuk melancarkan kerongkongan di dunia, dan merekapun meminta minuman itu. Maka mereka diberi minuman neraka yang mendidih dengan pengait-pengait besi. Apabila didekatkan kemuka-muka mereka, maka hanguslah muka itu, dan apabila masuk kedalam perut-perut mereka, maka terkoyak-koyaklah perut mereka. Kemudian mereka memanggil-manggil para penjaga neraka Jahannam, dan merekapun ditanya oleh penjaga-penjaga itu:'Apakah tidak pernah datang rasul-rasul yang membawa keterangan kepada kamu?' Mereka menjawab: 'Bahkan ada!' Penjaga-penjaga neraka berkata pula:'Kini berdo'alah! Dan tiadalah do'a orang-orang yang kafir itu melainkan sia-sia belaka!" (HR. Tirmidzi)

Diriwayatkan bahwa di dalam neraka itu terdapat ular-ular yang bertengkuk tinggi seperti unta Khurasan dan kalajengking-kalajengking sebesar keledai. Dengan sekali sengat saja, bisanya yang menyakitkan tidak akan hilang selama empatpuluh tahun. Apabila dicurahkan satu ember air busuk dari neraka ke atas dunia, niscaya ia akan membusukkan seluruh penghuni dunia. Kalau satu tetes air buah Zaqqum jatuh ke dunia, niscaya ia akan merusakkan makanan manusia di dunia secara keseluruhan. Jika seorang penghuni neraka turun ke dunia, niscaya seluruh penghuni dunia akan mati karena tidak tahan mencium bau busuknya dan menyaksikan buruk rupanya. (HR. Tirmidzi)

Pintu-pintu neraka itu terdiri dari tujuh pintu sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an: "Neraka itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu daripadanya adalah bagian yang sudah ditentukan" (QS. 15:44) Neraka terdiri dari tujuh lapisan yang satu dibawah yang lain:

1. Jahannam
2. Saqar
3. Ladza
4. Huthamah
5. Sa'iir
6. Hawiyah, neraka yang tidak berdasar dan berujung

semakin ke bawah neraka tersebut diatas semakin berat siksaan dan lebih dahsyat azab yang ada di dalamnya.

Sedangkan penghuni neraka terdiri dari dua bagian:

1. Mereka yang termasuk ahli tauhid yang berdosa. Orang-orang ini tidak kekal didalamnya tetapi mereka akan dikeluarkan dari neraka dengan syafaat Nabi saw , diriwayatkan bahwa orang yang paling akhir keluar daripadanya ialah mereka yang tinggal selama tujuhribu tahun.

2. Orang-orang yang kafir kepada Allah, dan orang-orang musyrikin serta kaum munafiqin yang berpura-pura beriman dengan lidahnya, tetapi menyembunyikan kekafiran di dalam hati.

Firman Allah: "Sesungguhnya orang-orang kafir dan meninggal dunia dalam keadaan kafir, maka mereka akan mendapat kutukan dari Allah, malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam neraka; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak pula diperhatikan" (QS. 2:161-162) "...Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan Allah, niscaya Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah dalam neraka. dan orang-orang yang zalim tidak akan mempunyai penolong" (QS. 5:72) Diriwayatkan bahwa gigi orang kafir di dalam neraka itu sebesar gunung Uhud, tebal kulitnya empatpuluh dua hasta dan ia akan menyeret lidahnya sampai satu atau dua farsakh, semua orang yang lalu di situ akan menginjak lidah itu. Allah SWT membesarkan tubuh orang-orang kafir itu didalam neraka supaya bertambah siksaan, penderitaan dan hukuman bagi mereka (HR. Muslim)


Surga

"Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman serta mengerjakan perbuatan baik, bahwasannya bagi mereka (disediakan) surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Setiap mereka diberi bermacam-macam buah-buahan di dalam surga itu sebagai rezeki, mereka mengatakan: 'Inilah yang pernah kita terima dahulu!' Mereka diberi buah-buahan serupa dan untuk mereka di dalam surga itu pasangan-pasangan yang suci bersih dan mereka kekal di dalamnya." (QS. 2:25)

QS Ar-Rahman : 46 -
Dan bagi orang yang takut saat menghadap Rabbnya ada dua surga . (QS. 55:46)
Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:47) (Selanjutnya ayat serupa disingkat : MnR kymykd?)
kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. (QS. 55:48) MnR kymykd?(QS. 55:49)
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. (QS. 55:50) MnR kymykd? (QS. 55:51)
Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasang-pasangan. (QS. 55:52) MnR kymykd(QS. 55:53)
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra (QS. 55:54) MnR kymykd(QS. 55:55)
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin (QS. 55:56) MnR kymykd(QS. 55:57)
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan (QS. 55:58) MnR kymykd(QS. 55:59)
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (QS. 55:60) MnR kymykd(QS. 55:61)
Dan selain dari surga itu ada dua surga lagi . (QS. 55:62) MnR kymykd(QS. 55:63)
kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. (QS. 55:64) MnR kymykd(QS. 55:65)
Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar. (QS. 55:66) MnR kymykd(QS. 55:67)
Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. (QS. 55:68) MnR kymykd(QS. 55:69)
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. (QS. 55:70) MnR kymykd(QS. 55:71)
(Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. (QS. 55:72) MnR kymykd(QS. 55:73)
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. (QS. 55:74) MnR kymykd(QS. 55:75)
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani yang indah. (QS. 55:76) MnR kymykd (QS. 55:77)
Maha Agung nama Rabbmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia. (QS. 55:78)

Surat 39:73-75
Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya dibawa ke surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahtera (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya" (QS. 39:73)
Dan mereka mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja kami kehendaki". Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (QS. 39:74)
Dan kamu (Muhammad) akan melihat melaikat-malaikat berlingkar disekeliling 'Arsy bertasbih sambil memuji Rabb-nya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam". (QS. 39:75)

Waqi'ah:10-40
Dan orang-orang yang paling dahulu beriman (QS. 56:10)
Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). (QS. 56:11)
Berada dalam surga-surga keni'matan (QS. 56:12)
Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, (QS. 56:13)
dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian . (QS. 56:14)
Mereka berada di atas dipan yang bertahtahkan emas dan permata, (QS. 56:15)
seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. (QS. 56:16)
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, (QS. 56:17)
Dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir, (QS. 56:18)
mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, (QS. 56:19)
dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, (QS. 56:20)
dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. (QS. 56:21)
Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, (QS. 56:22)
laksana mutiara yang tersimpan baik. (QS. 56:23)
Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 56:24)
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa (QS. 56:25)
akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (QS. 56:26)
Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. (QS. 56:27)
Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, (QS. 56:28)
dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), (QS. 56:29)
dan naungan yang terbentang luas, (QS. 56:30)
dan air yang tercurah, (QS. 56:31)
dan buah-buahan yang banyak, (QS. 56:32)
Yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, (QS. 56:33)
dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (QS. 56:34)
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung , (QS. 56:35)
dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, (QS. 56:36)
penuh cinta lagi sebaya umurnya, (QS. 56:37)
(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (QS. 56:38)
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang terdahulu, (QS. 56:39)
(dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.). (QS. 56:40)

Banyak sekali ayat-ayat lain yang menjelaskan tentang kehidupan di surga beberapa diantaranya adalah: ; ; Ad-Dahr:5-22 ; Az-Zukhruf:70-73 ; Ad-Dukhan:51-57 ; Muhammad:15; Fathir:33-35; Qaf:31-35 ; Al-Qamar:54-55

Rasulullah saw bersabda: "Allah SWT berfirman: 'Aku sediakan untuk hamba-hambaku yang saleh sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata atau didengar oleh telinga dan tidak pula pernah terlintas di hati siapapun'. Kalau kalian ingin, bacalah (QS. 32:17) 'Seorangpun tiada mengetahui kenikmatan penyedap mata yang disembunyikan untuk mereka, sebagai balasanatas apa yang telah mereka kerjakan." (Hadist Qudsi)
"Dua surga, bejana-bejana di dalamnya terbuat dari perak dan dua surga lagi, bejana-bejana di dalamnya terbuat dari emas. Ketika itu tiada tabir apapun antara penghuni-penghuni surga 'Adn dengan Tuhan mereka selain 'pakaian' kebesaran Allah di wajah-Nya" (HR. Bukhari, Muslim)

"Di surga ada seratus tingkatan antara satu tingkatan dengan yang lain sama seperti antara langit dan bumi. Surga Firdauslah yang paling tinggi, dan daripadanyalah terpancar keempat sungai dalam surga, dan diatasnya pula terletak 'Arsy Tuhan yang mulia. karena itu jika kamu memohon kepada Allah, mintalah surga Firdaus." (HR. Bukhari dan Tirmidzi)

Dalam suatu peristiwa, pernah Rasulullah saw. ditanya: "Apakah Kautsar itu ..?" Beliau menjawab: "Itulah sungai di surga yang dikaruniakan Allah kepadaku, airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, dikelilingi oleh burung-burung yang bertengkuk seperti onta." Berkata Umar: "Sungguh ini suatu kemewahan" Jawab Rasulullah saw:"Orang yang meneguknya merasakan kemewahan lebih dari itu." (HR. Tirmidzi)

Berkata Rasulullah saw:"Aku telah bertemu dengan Ibrahim as. pada malam Isra' maka beliau berkata: 'Wahai Muhammad, sampaikanlah salamku kepada umatmu dan beritahukan kepada mereka, bahwa surga itu tanahnya subur, airnya tawar dan buminya rata, sedang tanamannya ialah 'Subhanallah Walhamdu-Lillah Walaa Ilaaha Illallah Wallahu Akbar' Lanjut beliau: "Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat beberapa kamar, dapat dilihat luarnya dari dalam dan dapat dilihat dalamnya dari luar" maka seorang badwi bangkit bertanya: "Untuk siapakah itu ya Rasulullah?" Jawab beliau : "Untuk orang yang berbicara dengan baik, memberi makan kepada yang membutuhkan, sering berpuasa dan bangun malan untuk bersembahyang di waktu manusia sedang tidur nyenyak." (HR. Abu Nu'aim)

Bersabda Rasulullah saw: "Apabila penghuni-penghuni surga telah memasuki surga berkatalah Allah Tabaraka Wa Ta'ala: 'Inginkah aku tambahkan lagi sesuatu yang lain bagimu?' Mereka menjawab: 'Bukankah telah Engkau masukkan kami kedalam surga dan telah Engkau selamatkan kami dari api neraka?' Pada saat itu hijab (tabir penutup) pun terangkat, maka tiada suatu yang lebih utama daripada nikmat melihat wajah Tuhan mereka Azza Wa Jalla" (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Abu Hurairah ra. berkata: "Wahai Rasulullah! Apakah kami akan melihat Tuhan kami? jawab beliau:"Ya. Apakah kamu masih ragu tentang penglihatan terhadap matahari dan bulan?" Kami sekalian menjawab: "Tidak!" kata beliau seterusnya: "Demikianlah kamu tidak akan ragu lagi tentang penglihatan terhadap Tuhan kamu. Di Majlis itu kelak tiada seorangpun berada di sana, melainkan Allah akan berkata kepada mereka : 'Wahai Fulan bin Fulan!' Ingatkah kau di hari itu, kau berkata begini dan begini, lalu Dia mengingatkan orang itu sebagian kesalahannya di dunia dahulu. Maka orang itu akan berkata: 'Tidakkah Engkau mengampuniku?' berkata Allah: 'Tentu! kalau tidak karena keluasan ampunan-Ku, niscaya kau tidak akan mencapai kedudukan ini.' Sedang mereka dalam keadaan begitu, beraraklah awan di atas kepala mereka sekalian, tiada pernah mereka hirup bau-bauan seperti itusebelumnya. maka Allah berkata: 'Bangkitlah dan pergilah melihat anugerah besar apa yang telah Aku sediakan untuk kamu, ambillah apa saja yang kamu ingini!' Mereka bangkit mendapatkan suatu pasar yang telah dikelilingi oleh para malaikat, tidak pernah mata mereka melihat, tidak pernah telinga mereka mendengar dan tidak pernah terlintas sesuatu seperti itu di dalam hati mereka. Mereka lalu berebut mengambil apa saja yang mereka ingini, tanpa dijual atau dibeli. Disitulah ahli-ahli surga akan bertemu satu sama lain. Orang yang mendapat kedudukan tinggi di surga akan menemui orang-ornag yang dibawahnya. Orang yang ditemui itu ada kalanya akan terharu melihat pakaian teman yang datang menemuinya. Belum sempat habis berbicara dengannya, tiba-tiba pakaian yang diatas tubuhnya itu ditukar dengan pakaian lain yang lebih cantik dan lebih menarik lagi. hal ini terjadi supaya tiada seorangpun yang berduka cita di dalam surga." (HR. Tirmidzi)

"Katakanlah: Wahai hambaku-hamba-Ku yang telah melampaui batas dalam perbuatan dosa dan menganiaya dirinya sendiri. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa, dan sesungguhnya Dia adalah maha Pengampun lagi maha Penyayang." (QS. 39:53)

"Telah diturunkan oleh Allah SWT, satu bagian dari seratus bagian rahmat-Nyadan disebarkan-Nya di antara manusia, jin, burung, binatang-binatang, ulat-ulat sekalian mahluk-Nya yang dengannya mereka saling meminta dan berkasih sayang. Dan sembilanpuluh sembilan rahmat yang lain disimpan-Nya untuk dirahmatkan bagi semua hambanya di hari kiamat." (HR. Muslim)

Diriwayatkan bila datang hari kiamat, Allah akan mengeluarkan sebuah kitab dari bawah 'Arsy tertera di dalamnya: "Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku dan Aku adalah Yang paling Pengasih dari sekalian pengasih," lalu dikeluarkan dari neraka sebanyak bilangan ahli surga. (HR. Bukhari, Muslim)

"Sebenarnya Allah SWT lebih menyayangi hamban-Nya yang mukmin daripada sayangnya seorang ibu kepada anaknya." (HR. Bukhari, Muslim)

"Siapa yang bersaksi bahwa 'tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwasannya Muhammad adalah pesuruh Allah', maka jasadnya akan diharamkan oleh Allah dari api neraka." (HR. Muslim)

"Suatu suara akan menyeru dari bawah 'Arsy di hari kiamat: "Wahai umat Muhammad, semua kesalahanmu terhadap-Ku telah Aku ampuni, yang tinggal kini hanyalah kesalahan-kesalahan diantara kamu, maka bermaaf-maafkanlah kamu, dan masuklah kamu semua ke dalam surga dengan rahmatKu." (HR. Abu Nu'aim)

" ...Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu ..." (QS. 7:156)

Selasa, 7 April 2009

RENUNGAN TENTANG UMUR MANUSIA - UMUR KEEMPAT

Assalamualaikum..

Selamat bertemu kembali hari ini. Kita sambung kembali pembacaan kita tentang tajuk Renungan Tentang Umur bab yang ke-empat pula. Setelah kita membaca bab yang ke-tiga semalam maka kita telah faham apa yang berlaku kepada kita di alam barzakh dan di hari kebangkitan nanti. Saya doakan moga kita semua tergolong dalam golongan orang-orang yang beriman dan mendapat tempat di Syurga paling tinggi kelak.

Didalam bab yang keempat ini akan diceritakan secara detail tentang masa berlakunya hari perhitungan di Padang Masyar. Mungkin banyak yang telah tahu tentang cerita-cerita semasa hari perhitungan tersebut melalui pembacaan dan siri ceramah dari ustad-ustad. Hari ini mari kita semua membaca bab ini dan jadikan ia peringatan kepada kita kerana mungkin kita sibuk dalam mengejar dunia hingga lupa kepada perkara yang utama ini. Doa saya moga kita semua beroleh Syafaat dari Junjungan Besar Nabi Muhamad S.A.W.

...................................................................................


4. UMUR KEEMPAT

Tahapan umur ke empat dimulai sejak kebangkitan manusia dari kuburnya untuk menghadap pengadilan Tuhan, hingga saat masuknya ahli surga ke dalam surga dan ahli neraka ke dalam neraka.

Ini akan terjadi saat Allah SWT memerintahkan kepada malaikat Israfil a.s. untuk meniup sangkakala yang kedua kalinya. "Dan ditiuplah sangkakala, maka merekapun bangkit dari kubur masing-masing lalu datang bergegas menuju Tuhan mereka." (QS. 36:51)

"...Kemudian ditiupkan (sangkakala) sekali lagi maka merekapun tegak berdiri sambil menunggu." (QS. 39:68)

"Orang-orang yang kafir itu mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: 'Ya! Demi Tuhanku, kamu tetap akan dibangkitkan kemudian diberitahu segala yang telah kamu kerjakan, dan yang demikian itu adalah mudah sekali bagi Allah." (QS. 64:7)

"Penciptaan dan pembangkitan kamu oleh Allah hanyalah seperti (menciptakan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat" (QS. 31:28)

"Tidakkah mereka perhatikan, bagaimana Allah memulai ciptaan kemudian mengulanginya? Sesungguhnya yang demikian itu mudah saja bagi Allah. Katakanlah:'Berjalanlah di muka bumi dan perhatikanlah, bagaimana Allah memulai ciptaan, kemudian Ia mengulangi penciptaan itu sekali lagi. Sesungguhnya Tuhan Berkuasa atas segala sesuatu." (QS. 29:19-20)

"Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti tiba, tidak ada keraguan padanya, dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan orang yang di dalam kubur." (QS. 22:7)

"Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya (ialah) bahwa engkau lihat bumi itu tandus dan kering, tetapi setelah Kami turunkan hujan di atasnya, iapun bergetar dan mengembang. Sesungguhnya Dia yang menghidupkan (bumi yang mati) itu, Dialah pula yang pasti dapat menghidupkan orang-orang yang mati. Sungguh Dia Berkuasa atas segala sesuatu." (QS. 41:39)

"Dibuatnya (oleh manusia kafir) perumpamaan bagi Kami, sementara ia lupa asal kejadiannya sendiri. Ia berkata:'Siapa dapat menghidupkan tulang-belulang yang sudah hancur luluh?' Katakanlah:'Yang akan menghidupkannya ialah yang menciptakannya pertama kali, dan Dia Maha Mengetahui tentang segala ciptaan'." (QS. 36:78-79)

Diriwayatkan dari Abu Razin al-Uqaili ra. katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw., bagaimana Allah menciptakan mahluk-Nya? Apakah tanda-tanda ciptaan-Nya? Jawab beliau: 'Apakah engkau tidak pernah melewati suatu lembah yang kering kerontang, kemudian pada kali lain engkau lewat di situ lagi dan engkau melihatnya hijau dan subur?' Jawabku:"Benar!" Kata beliau lagi:"Itulah tandanya dalam ciptaan-Nya."

Imam al-Qurthubi rahimahullah pernah menyebut, di dalam kitab at-Tadzkirah, sebuah hadis panjang yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a katanya: "Telah bersabda Rasulullah saw. ketika kami bersama-sama sekelompok sahabatnya...", hadis ini disampaikan panjang lebar samapai kepada firman Allah SWT yaitu: ""Pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain, demikian pula langit..." (QS. 14:48) "... maka Allah SWT telah menghamparkan bumi dan membentangkannya papar dan rata, sehingga tidak kelihatan ada yang tinggi ataupun rendah. Kemudian terdengarlah teriakan amat keras, maka semua mahlukpun berada di bumi yang digantikan, dalam keadaan yang sama seperti keadaan mereka sebelumnya, yang berada dalam perut bumi tetap berada di situ dan yang berada di atas muka bumi tetap juga berada di situ. Kemudian Allah menurunkan air dari bawah 'arsy yang hawayaan (air kehidupan), yang menghujani kamu selama empatpuluh hari, sehingga air diatasmu mencapai sedalam dua belas hasta. Lalu Allah memerintahakan semua jasad-jasad itu tumbuh laksana sayur-sayuran, hingga apabila telah sempurna seperti bentuk sebelumnya, maka Allah pun berfirman: "Hiduplah sekalian pemikul 'arsy! Hiduplah Jibril, Mikail dan Israfil." Israfil lalu diperintahkan oleh Allah untuk membawa Shur (sangkakala), dan setelah itu Ia menyeru agar semua ruh didatangkan. Adapun ruh-ruh kaum muslimin bersinar berkilauan sedangkan ruh-ruh yang lainnya keruh gelap gulita. Semua ruh itu dikumpulkan dan ditempatkan dalam Shur. Kemudian Allah berfirman kepada Israfil: "Tiuplah tiupan kebangkitan!" maka Israfilpun meniup sangkakala itu, lalu keluarlah daripadanya ruh semua mahluk laksana lebah yang keluar dari sarangnya, memenuhi ruangan luas antara langit dan bumi. Ketika itulah Allah berfirman: "Demi kemuliaan-Ku dan kebesaranku. Hendaklah setiap ruh kembali kepada jasadnya." maka setiap ruh di bumi akan memasuki jasad masing-masing.

Setelah itu bumi akan terbelah. Lalu muncullah kamu sekalian dari perut bumi itu dan aku, (kata Rasulullah saw.) adalah yang pertama kali muncul. Ketika itu kamu sekalian keluar dalam keadaan muda belia seperti berumur tigapuluh tahun dan pembicaraan kamu pada hari itu dalam bahasa Suryani. Kamu bergegas menuju kepada Tuhanmu dengan berbondong-bondong mengikuti suara yang menyeru, dan orang-orang kafir akan berkata: "Inilah hari yang penuh kesulitan (yaitu hari kebangkitan). Dan Kami (Allah) mengumpulkan mereka, tiada seorangpun yang Kami tinggalkan." Shur (sangkakala) adalah seperti sebuah tanduk besar yang terbuat dari nur (cahaya), tiada seorangpun yang mengetahui ukuran besarnya kecuali Allah SWT. (HR. Bukhari dan Muslim) Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa seluruh anggota tubuh manusia akan hancur luluh kecuali satu tulang saja yaitu Ajbuz-Dzanab (tulang ekor) dan dari tulang itulah Allah SWT akan membangkitkan kembali manusia, saat malaikat Israfil meniupkan sangkakala kebangkitan. Semua jasad dan ruh dikumpulkan di tempat perhentian kiamat: "Dan pada hari Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau lihat bumi seperti padang terbentang. Kami himpun mereka semua dan tiada seorangpun diantara mereka yang tertinggal. Mereka akan dihadapkan kepada Tuhanmu dengan berbaris. (Lalu Allah berfirman): 'Sesungguhnya kamu datang kepada Kami sebagaimana Kami jadikan kamu pada kali yang pertama meski kamu mengira bahwa Kami tidak akan menetapkan waktu untuk perjumpaan denganmu." (QS. 18:47-48)

"Dan hari itu bumi terbelah, keluarlah mereka dari situ dengan bergegas. Mengumpulkan itu bagi Kami adalah mudah." (QS. 50:44)

Sabda Rasulullah saw.: "Setiap orang akan mati seperti dalam keadaan hidupnya dan akan dibangkitkan seperti dalam keadaan matinya." (HR. Muslim)

"Manusia akan dikumpulkan dalam keadaan bertelanjang kaki dan tubuhnya, tidak berkhitan, kaum wanita bercampur dengan kaum lelaki." Berkata Aisyah ra.: "Aduhai malunya! Apakah orang-orang akan saling melihat satu sama lain?" Jawab Rasulullah saw.: "Keadaan mereka terlalu gawat, sehingga tak sempat memperhatikan seperti itu." (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Rasulullah saw. bersabda: "manusia dikumpulkan di padang Mahsyar dalam keadaan lapar yang sangat, dahaga yang sangat, telanjang bulat dan terlalu penat. Maka barangsiapa pernah memberi makan (orang lain) karena Allah, maka Allah akan memberinya makan. Barangsiapa pernah memberi minum karena Allah, maka Allah akan memberinya minum. Dan barang siapa pernah memberi pakaian karena Allah, maka Allah akan memberikan pakaian. dan barangsiapa beramal karena Allah, maka Allah akan mencukupinya."

Setelah semua manusia dibangkitkan, mereka diperintahkan menuju Mahsyar. Di umpamakan tempat itu ialah 'al-ardhul-mubarakah' (tanah yang diberkati) dan 'al-ardhul-muqaddasah' (tanah yang disucikan) di negeri Palestina. Para malaikat akan membawa mereka ke sana.

Semua amalan manusia akan dibeberkan pada hari Mahsyar ini. Amalan saleh akan menentramkan pemiliknya, sedangkan jahat akan mebuat gelisah pemiliknya. Berfirman Allah SWT: "... Mereka memikul kesalahan-kesalahan (dosa-dosa) di atas punggung mereka. Alangkah buruk apa yang mereka pikul itu." (QS. 6:31)

"Dan sesungguhnya mereka kan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (yang lain) di samping beban mereka sendiri. Dan sesungguhnya pada hri kiamat mereka akan ditanya tentang apa yang mereka ada-adakan." (QS. 29:13)

Setiapa orang akan datang dengan bersama para malaikat pengiringnya masing-masing, yang mencatat amalan selama hidupnya. "Dan setiap jiwa datang; masing-masing bersama para malaikat pengiring dan malaikat penyaksi." (QS. 50:21)

Setiap orang yang berdosa akan nampak baginya amalan-amalan buruk yang telah dilakukannya, sedang mereka tiada pernah bertobat. Pemakan riba, perutnya akan membuncit sehingga dia susah sekali untuk berjalan. Para pezina akan membesar kemaluannya sehingga menyapu tanah. Para peminum arak, ketika dibangkitkan, tangan-tangannya masih memegang gelas araknya. Para pendusta, pengumpat, dan pengadu domba (tukang fitnah), lidah mereka akan menjadi panjang sehingga mencapai dada. Kaum yang menolak menunaikan zakat akan dibawa keliling bersama ular-ular yang besar sebagai perwujudan dari harta-harta mereka yang tidak dizakatkan. Orang yang takabur akan dibangkitkan dalam bentuk seperti semut, sehingga mereka akan diinjak-injak orang-orang yang lain. Firman Allah SWT: "Semua orang yang berdosa dapat dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang kuat ubun-ubun dan kaki mereka." (QS. 55:41)

Bahwasannya manusia akan dibangkitkan menjadi tiga golongan: satu golongan berkendaraan, satu golongan berjalan kaki, dan golongan terakhir berjalan diatas kepalanya sendiri. Rasulullah saw. bersabda: "Dia yang menjadikan manusia berjalan dengan kaki, berkuasa pula menjadikan mereka berjalan dia atas kepalanya sendiri." (HR. Tirmidzi)

Diriwayatkan oleh Mu'adz bin jabal ra. katanya: "Ya Rasulullah apa gerangan maksud firman Allah SWT: 'Pada hari ditiup sangkakala, lalu kamu datang berbondong-bondong?' (QS. 78:18) Jawab Rasulullah saw.: "Wahai Mu'adz! Sesungguhnya engkau telah bertanya tentang persoalan yang amat besar!. Lalu berlinang airmata beliau karena menangis. Kemudian beliau berkata: 'Ada sepuluh golongan (sesat) dari umatku yang dibangkitkan secara terpisah. Mereka ini telah dipisahkan Allah dari kumpulan kaum muslimin yang lain dan diubah wajah-wajah mereka. Ada yang dirupakan seperti monyet, ada yang seperti babi, ada yang tubuhnya terbalik (kakinya di atas), dan diseret muka mereka, ada yang terpotong tangan dan kakinya atau mukanya, ada yang buta tersungkur, ada yang bisu tuli dan tidak berakal, ada yang mengunyah lidahnya sendiri yang terjulur keluar sampai ke dada, dari mulut mereka mengalir nanah yang laksana air liur yang berbau busuk dan membuat semua orang merasa jijik padanya, ada yang disalib diatas palang-palang api, da yang baunya lebih busuk dari bangkai, dan ada pula yang berpakain jubah-jubah panjang yang terbuat dari timah yang meleleh...

Adapun orang-orang yang berwajah monyet, mereka adalah orang yang suka menyebarkan fitnah di antara manusia. Yang serupa babi adalah orang yang suka makan harta haram dan merampas hak orang lain. Yang tertelungkup kepalanya di bawah dan kakinya di atas, adalah kaum pemakan riba. Yang dalam keadaan buta adalah mereka yang bertindak zalim dalam pemerintahan. yang buta-tuli ialah orang yang suka ujub (bangga dan sombong) dengan amalannya. Yang mengunyah-nguyah lidahnya sendiri adalah para ulama dan hakim yang kata-katanya berlawanan dengan perbuatannya. yang terpotong-potong tangan dan kakinya adalah orang yang selalu mengganggu tetangganya. Yang tersalib di atas palang-palang api adalah orang yang suka memfitnah orang lain kepada penguasa. Yang baunya lebih busuk dari bangkai adalah orang yang selalu memuaskan hawa nafsu, bergelimang dalam dosa syahwat dan menolak menunaikan hak Allah dalam dalam harta kekayaannya. Adapun yang memakai baju-baju panjang yang terbuat dari timah yang meleleh adalah orang yang selalu takabur, suka bermegah dan memuji diri. (HR. al-Qurthubi ra)

"Manusia akan dibangkitkan di bumi yang kering-kerontang laksana sepotong roti yang bersih, tiada satupun tanda yang tampak." (HR. Bukhari, Muslim)

Rasulullah saw bersabda: "Manusia akan dibangkitkan (pada hari kiamat) dalam suatu tanah lapang yang terbuka sehingga terdengar oleh mereka seruan malaikat penyeru dan merekapun tak mampu menyembunyikan diri."

Apabila semua mahluk telah terkumpul di tempat itu baik jin, manusia, setan serta mahluk ciptaan Allah yang lain ketika itu turunlah malaikat dengan perintah Allah SWT. lalu mengepung semua mahluk disitu secara bersaf-saf sehingga tiada seorangpun kaum yang jahat dan zalim dapat menghindar dan meloloskan diri, karena tiada jalan keluar ke manapun.

"Wahai kumpulan jin dan manusia, jika kamu sanggup melintasi penjuru langit dan bumi, lintasilah! Kamu tidak dapat melintasinya melainkan dengan kekuatan. Maka karunia Tuhanmu yang manakah yang hendak kamu dustakan?Aakan dikirim kepadamu nyala api dan tembaga, dan kamu tidak dapat melarikan diri." (QS. 55:35)

Di situlah semua mahluk akan berjejal bak gelombang yang saling menimpa, sedang matahari direndahkan hingga satu 'mil' dari kepala mereka. (HR. Muslim)

Ketika itu manusia akan merasakan kesusahan yang amat sangat panas terik serta haus. Manusia akan menanggung penderitaan yang amat berat dan mereka akan berkeringat deras sehingga mengalir di tanah sepanjang empat puluh hasta.

Berkata Nabi saw.: "Pada hari kiamat, matahahari akan turun merendah ke bumi, maka manusia akan berkeringat sehingga pada sebagian mereka ada yang keringatnya sampai ke mata kakinya, ada yang sampai pada lututnya, ada yang sampai pada pahanya, ada yang sampai ke pinggangnya ada yang sampai ke mulutnya dan ada pula yang sampai tenggelam sama sekali begini." (HR. Ahmad, Muslim, Tirmidzi; dengan beberapa perbedaan)

Rasulullah saw bersabda: "Setiap orang akan dilindungi oleh sedekahnya pada hari Kiamat. Tujuh orang yang akan dilindungi Allah dalam naungan-Nya Yaitu: Imam (penguasa) yang adil, pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah pada Allah, orang yang hatinya selalu terikat pada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah pula, seorang lelaki yang dirayu oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan tetapi ia menolaknya seraya berkata:'Aku takut kepada Allah', orang yang bersedekah sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya dan seorang yang berdzikir kepada Allah sendirian lalu menitikkan airmatanya." (HR. Bukhari Muslim)

"Siapa yang memberi tangguh (utang) kepada orang yang sedang dalam kesulitan atau menghapuskan utangnya itu maka Allah akan melindunginya di dalam lindungan-Nya." "Siapa yang ingin melihat keadaan hari kiamat, hendaklah ia membaca ayat-ayat Al-Qur'an surat at-Takwir, surat al-Infithar dan surat al-Insyiqaq."

Apabila manusia telah merasa lama sekali menunggu di tempat perhentian Mahsyar dan sudah tidak tahan lagi menggung penderitaan di situ maka merekapun bermusyawarah bersama siapa yang patut didatangi agar ia bersyafaat kepada Allah SWT, supaya segera diadili dan segera dibebaskan dari penderitaan yang tidak tertahankan ini.

Mereka lalu pergi menemui nabi Adam as. tetapi beliau menolak dan menganjurkan mereka agar pergi kepada nabi Nuh as., tetapi nabi Nuh juga menolak dan menganjurkan mereka pergi menemui nabi Ibrahim as. Tapi nabi Ibrahim juga menolak dan menganjurlan mereka pergi menghadap nabi Musa as. namun nabi Musa menyuruh mereka pergi ke Nabi Isa as. dan akhirnya nabi Isa as. menganjurkan mereka menemui nabi Muhammad saw. Maka beliaupun berkata: "Baiklah aku yang akan memintakan pertolongan bagi kamu. Akulah!"

Beliaupun menghadap Allah SWT dan berdoa agar Allah SWt berkenan memberikan izin untuk memberi syafaat dan Allah SWT memberi pertolongan-Nya. Diriwayatkan bahwa anak-anak kaum muslimin yang meninggal dunia sebelum mencapai baligh diizinkan oleh Allah SWt untuk memberi minum kepada ibu-bapaknya saat di padang Mahsyar nanti. Penderitaan di Mahsyar ini semakin memuncak sehingga ada diantara orang kafir berkata: " a Tuhanku! Bebaskanlah aku dari keadaan ini meski aku dilempar ke dalam api neraka sekalipun."

Setelah Rasulullah saw. bersyafaat maka Allah SWT memerintahkan untuk membawa Surga yang akan ditempatkan disebelah kanan 'Arsy dan Neraka akan ditempatkan di sebelah kiri. Sesudah itu dibawa semua mahluk untuk menghadap Allah SWT, diantara mereka ada yang tidak dihisab sama sekali, ada yang dihisab dengan ringan dan ada yang dihisab dengan teliti. Setiap orang akan menerima catatan amalan masing-masing, ada yang dari sebelah kanan dan ada yang dari sebelah kiri. Para rasul akan ditanyakan pada umatnya benarkah dia telah menyampaikan risalah-risalahnya masing-masing. Sesuai dengan firman :

"Sungguh Kami akan menanyai umat-umat yang kepada mereka telah diutus para Rasul dan Kami akan menanyai juga rasul-rasul itu. Dan kami akan menceritakan juga kepada mereka dengan pengetahuan (Kami), dan Kami sekali-kali tidak pernah jauh dari mereka." (QS. 7:6-7)


"Pada hari itu ada wajah-wajah yang menjadi putih dan ada yang menjadi hitam suram. Adapun yang hitam suram mukanya, kepada mereka akan ditanyakan:'Mengapa kamu kafir sesudah beriman? Maka rasakanlah siksa disebabkan kekafiranmu itu.' Adapun orang yang menjadi putih wajahnya, maka mereka berada dalam rahmat Allah dan mereka kekal di dalamnya." (QS. 3:106-107)

"Tiada seorangpun diantara kamu, melainkan ia akan diajak bicara oleh Allah berhadapan muka, tiada penerjemah antara ia dengan-Nya, lalu ia akan melihat ke sebelah kanannya dan tiada yang dilihatnya selain amal-amalnya sendiri; melihat pula ke sebelah kirinya dan tiada yang dilihatnya selain amal-amalnya sendiri; kemudian ia melihat di hadapannya maka tiada yang dilihatnya kecuali neraka yang menyongsong wajahnya. Oleh karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari neraka walaupun dengan menyedekahkan setengah butir kurma."(HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Pada saat itu lidah, tangan kaki dan kulit akan berbicara sebagaimana firman Allah SWT: "Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas segala yang telah mereka lakukan." (QS. 24:24) selanjutnya: "Pada hari ini kami tutup mulut mereka; sementara tangan mereka berkata-kata kepada Kami dan kaki mereka akan menjadi saksi atas segala yang telah mereka perbuat." (QS. 36:65)

"Pada hari itu bumi akan menerangkan berita-beritanya." (QS. 99:4) Bersabda Rasulullah: "Tahukah kamu apa berita-beritanya? Yaitu bumi akan menjadi saksi atas setiap pria dan wanita tentang apa yang telah mereka kerjakan, dan berkata:'Orang itu telah melakukan begitu pada hari itu."

Telah berkata Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah saw pernah berkata: "Allah SWT akan mendekatkan seorang hamba mukmin ke sisi-Nya, lalu Dia menunjukkan dosa-dosanya satu-persatu, hingga apabila hamba itu menjadi amat takut dan merasa dirinya pasti akan binasa, Allah SWT berfirman kepadanya: 'Telah Kututupi hal itu di dunia untukmu dan kini Kuhapus dosamu itu untukmu!'" (HR Muslim)

Di antara penderitaan yang sangat berat di padang mahsyar adalah saat Allah SWT memerintahkan untuk membawa neraka kepada-Nya dan menunjukkannya kepada mahluknya. Neraka itu dibawa oleh tujuh puluh ribu pemimpin malaikat dan setiap pemimpin membawahi tujuh puluh ribu malaikat. Dan apabila telah dekat dengan mereka maka terdengar suara yang mengerikan, erangan kesakitan, menjerit dan melolong. Saat itu semua mahluk akan bersimpuh gemetaran. Para nabi pun cemas akan diri mereka, apalagi manusia biasa. Sehingga para rasul yang mulia itu berkata: "Ya Tuhan! Nafsi ... nafsi .... (diriku...diriku) aku tiada memohon sesuatu dari-Mu melainkan keselamatan bagi diriku!" kecuali Nabi Muhammad saw beliau memohon: "Umatku.....umatku!" (HR Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Diriwayatkan lagi bahwa beliau akan maju ke arah neraka seraya menghindarkannya dari orang banyak. Dan neraka itu memang diperintahkan untuk menuruti kehendak beliau. Sesudah itu barulah kendali neraka kembali kepada pimpinan malaikat yang kemudian menempatkannya di sis kiri 'Arsy dengan izin Allah SWT.

Kemudian dimulailah hisab (perhitungan). Semuanay dihisab dengan adil bahkan antara binatang dan binatang. Tersebut dalam suatu riwayat bahwa kambing yang tidak bertanduk akan diberi kesempatan untuk membalas binatang yang bertanduk Diriwayatkan pula juga bahwasanya Allah SWT sesudah mengadili antara binatang yang satu dengan yang lainnya berfirman kepadanya: "Jadilah kamu tanah!" ketika itulah orang-orang kafir akan berkata: "Aduhai! sekiranya akupun menjadi tanah seperti itu" sebagaimana tersebut dalam sebuah ayat Al-Qur'an.

Sesudah itu ditegakkan Mizan (neraca) amal untuk menimbang semua amalan manusia. "Kami akan mengakkan neraca yang adil pada hari kiamat, maka tiada satu jiwa yang dirugikan sedikitpun. Dan jika ada amalan sebesar biji sawipun pasti akan Kami berikan juga pahalanya, dan cukuplah Kami membuat perhitungan" (QS. 21:47)
"Dan neraca pada hari itu ialah kebenaran maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya niscaya mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa ringan timbangannya niscaya mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri karena mereka selalu tidak mempercayai keterangan-keterangan Kami." (QS. 7:8-9)

Diriwayatkan bahwa malaikat akan berdiri di sisi Mizan itu dan memperhatikan penimbangan amalan manusia. Apabila berat timbangan amalannya maka malaikat berkata: "Lihatlah si Fulan anak si Fulan telah berat amalan timbangannya dan dia telah mencapai derajat bahagia karenanya dia tidak akan celaka sama sekali." Tetapi jika ringan timbangan amalannya maka malaikat berseru: "Lihatlah si Fulan anak si Fulan itu telah ringan timbangan amalannya dan dia telah celaka dengan tiada kebahagiaan selama-lamanya."

Setelah itu Shirath (titian) dibentangkan di atas Jahannam lalu semua manusia diperintahkan untuk melintasinya. Diriwayatkan bahwa Shirath itu lebih tajam daripada pedang dan lebih kecil dari rambut. Manusia akan melaluinya bersama dengan amalannya masing-masing. Manusia yang sempurna imannya akan dengan mudah melalui Shirath ini. Masing-masing melintasinya dengan dibawa oleh amalan-amalannya. Orang yang pertama yang melintasinya ialah para rasul dan setiap dari mereka berkata: "Ya Allah! selamatkanlah aku! selamatkanlah aku!" dan yang terlebih dahulu melintasinya adalah Nabi Muhammad saw. (HR Bukhari dan Muslim) Sifat amanat dan silaturrahim dibawa untuk berdiri di kedua sisi Shirath di situ terdapat duri-duri licin dan tajam serta besi pengait yang akan menagkap orang-orang yang mengabaikan kedua sifat mulia itu.

Kaum mukminin kemudian akan menghampiri telaga Haudh Rasulullah saw. untuk meminum airnya. Air Haudh itu lebih putih dari susu, lebih wangi dari kesturi, dan lebih manis dari madu. Mengalir melalui dua saluran yang berasal dari telaga Kautsar. Panjang dan lebarnya sejauh perjalanan satu bulan, di sekitarnya terdapat cerek-cerek sejumlah bintang-bintang di langit, siapa yang minum sekali teguk saja, maka ia tidak akan dahaga sama sekali sesudah itu. (HR Muslim)

Umat Nabi Muhammad saw. dikenal perbedaannya dari kelompok manusia yang lain disebabkan oleh karena cahaya wajah, tangan dan kakinya yang disebabkan oleh bekas-bekas wudlu'. (HR. Bukhari, Muslim)

Setelah itu oleh Allah SWT para Nabi, shiddiqin, ulama, salihin, dan mukminin diijinkan untuk bersyafaat menurut pangkat dan kedudukannya masing-masing di mata Allah, ada yang diijinkan memberi syafaat bagi banyak orang tapi ada juga yang memberi syafaat hanya untuk seorang saja (HR. Tirmidzi).

Orang pertama yang diijinkan untuk memberi syafaat adalah nabi Muhammad saw: "Aku adalah orang pertama yang bersyafaat dan yang pertama diberi izin untuk bersyafaat." "Aku akan terus bersyafaat, hingga aku diberi jaminan keselamatan bagi sejumlah orang yang sebelumnya akan dibawa ke neraka." (HR. Thabrani dalam Al-Autsah) "Aku akan terus-menerus bersyafaat sehingga malaikat Malik berkata kepadaku: 'Amboi! Tidak engkau sisakan sedikitpun kemurkaan Tuhanmu atas umatmu'" (HR. Thabrani dalam Al-Autsah)

Di antara syafaatnya, bahwa beliau bersyafaat untuk umatnya yang telah masuk neraka, sehingga mereka semua dikeluarkan dari sana. Suatu kaum lagi disyafaatkan agar diberi derajat yang lebih tinggi dalam surga. Dan banyak lagi syafaat-syafaat yang lain sampai memohon kepada Allah SWT: "Bolehkah aku mensyafaatkan bagi siapa saja yang mengucap laa Ilaaha Illallaah!" maka Allah SWT menjawab: "Perkara itu bukan urusanmu, tetapi demi kemuliaan-Ku dan demi keagungan-Ku, Aku tidak akan menjadikan orang yang beriman, meskipun hanya sehari sama seperti orang yang tidak beriman kepada-Ku" (HR. Bukhari, Muslim)

Dari Abu Hurairah ra katanya: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw, siapakah orang yang paling berbahagia mendapat syafaatmu di hari kiamat?" maka menjawab beliau: "Sebahagia-bahagia manusia yang mendapat syafaatku ialah yang mengucapkan 'laa ilaaha illallaah' dari hatinya yang ikhlas." (HR. Bukhari)

Diriwayatkan dari Zahar bin Arqam ra bahwa Rasulullah saw telah berkata: "Barangsiapa mengucapkan 'laa ilaaha illallaah' dengan penuh ikhlas dari hatinya maka ia akan masuk surga." Ditanya: "Ya Rasulullah bagaimana cara ikhlasnya...?" Jawabnya: "Sedemikian rupa sehingga mencegah ia melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah."

Dari Anas ra katanya: "Aku meminta kepada Rasulullah saw supaya beliau memberi syafaat bagiku nanti di hari kiamat. Beliau menjawab: 'Insya Allah akan aku lakukan hal itu.' Aku bertanya lagi: 'Dimana aku akan mencarimu?' Jawab Rasulullah: 'Pertama kali, carilah aku di Shirath!' Aku berkata:'Jika aku tidak menemui engkau di Shirath?' Jawab beliau: 'Carilah aku di tempat Mizan!' Kataku lagi: 'Jika aku tidak menemui engkau di tempat Mizan?' Jawab beliau: 'Carilah aku di Haudh dan aku pasti ada di salah satu dari ketiga tempat itu.'"

Hal-hal yang sangat ketat dan berat hisabnya di hari kiamat ialah perbuatan aniaya (zalim) thd sesama, di dalam hadist dikatakan bahwa perbuatan ini ada tiga macam: Syirik (menyekutukan Allah), penganiayaan sesorang terhadap orang lain, penganiayaan manusia thd dirinya sendiri sehubungan perkara natara dirinya dan Tuhannya.

Bersabda Rasulullah saw: "Tahukah kamu siapa sebenarnya orang yang muflis (bangkrut) diantara seluruh umatku?" Dijawab: "Orang muflis itu ialah orang yang tiada memiliki uang atau benda berharga." Maka berkata Nabi:"Orang yang bangkrup itu ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan shalat, zakat, puasa tetapi dia memaki orang ini dan menuduh orang itu, dia memakan harta si fulan, dan memukul si fulan, maka akan diambilkan pahala kebajikannya dan diberikan pada orang yang dianiyaanya. Setelah habis semua kebajikannya dan masih ada yang belum terbayar, maka diambillah dosa-dosanya lalau dipikulkan kepadanya. Setelah selesai semua itu, dia pun dilemparkan ke dalam neraka." (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

"Barang siapa mengambil barang saudaranya secara aniaya, maka hendaklah ia minta kerelaan yang empunya sebelum menghadapi suatu hari yang tiada berguna dinar ataupun dirham. Tetapi yang dipandang pada hari itu ialah kebajikan dan kejahatan. Jika ia mempunyai banyak kebajikan, maka ambillah kebajikan itu, atau diambil kejahatan orang lain lalu dibebankan kepadanya, kemudian iapun dilemparkan kedalam api neraka." (Hadist)

Bersabda Rasulullah saw:
"Ketika Allah SWT menciptakan surga, dikirmkan-Nya malaikat Jibril seraya berkata: 'Pandanglah surga itu serta apa yang telah Kusediakan di dalamnya untuk para penghuninya?! Maka Jibril pun pergi ke surga seraya memperhatikan keadaan di sana dan semua perhiasan yang disediakan untuk penghuninya. Kemudian Jibril bergegas menemui Allah SWT seraya berkata: 'Demi kemuliaan-Mu tiada seorang pun yang mendengar tentang surga, melainkan ia ingin memasukinya.' Lalu Ia memerintahkan agar surga dikelilingi dengan berbagai kesulitan, dan berfirman kepada Jibril: 'Kini pergilah kesurga dan perhatikanlah apa yang telah kusediakan untuk para penghuninya!' maka Jibril pergi sekali lagi dan didapatinya surga telah dikeleilingi dengan berbagai kesulitan, lalu ia kembali lagi kepada Allah dan berkata: 'Demi kemuliaan-Mu kini aku khawatir tiada seorangpun yang dapat memasukinya.' kemudian Allah berkata kepada Jibril: 'Sekarang pergilah ke neraka dan perhatikanlah apa yang Aku sediakan bagi para penghuninya!' maka didapatinya berbagai azabnya bercampur aduk yang satu menimpa yang lain, lalu Jibril bergegas menemui Allah seraya berkata: 'Demi kemuliaan-Mu tiada seorangpun yang mendengarnya mau memasukinya.' Maka diperintahkan agar dia dikelilingi dengan berbagi kenikmatan hawa nafsu. Kemudian Allah berkata kepada Jibril: 'Kini pergilah ke neraka itu.' Maka kembalilah Jibril seraya berkata:'Demi kemuliaan-Mu kini aku khawatir bahwasannya tiada seorangpun yang dapat selamat dari neraka itu.' (HR. Tirmidzi)

'Akan didatangkan seorang yang paling mewah hidupnya di dunia pada hari kiamat, sedang ia termasuk penghuni neraka lalu dimasukkan jarinya di dalam api neraka dan dikatakan kepadanya: 'Wahai anak Adam, pernahkah engkau melihat sesuatu yang baik sebelum ini? Pernahkah merasakan suatu kenikmatan sebelum ini?' Maka jawabnya dengan pedih: 'Tidak demi Allah wahai Tuhanku!' Kemudian didatangkan seorang yang paling menderita di dunia sedang ia termasuk penghuni surga, lalu dimasukkan jarinya di dalam surga dan dikatakan kepadanya: 'Wahai anak Adam pernahkah engkau melihat penderitaan sebelum ini? Pernahkah engkau merasakan kesusahan?' Maka jawabnya dengan gembira: "Demi Allah tidak pernah aku menderita kesusahan atau penderitaan sebelum ini." (Hadist)

Diriwayatkan dari Aisyah ra ketika ia menangis saat teringat akan neraka, maka berkata Rasulullah saw: 'Apa yang menyebabkan engkau menangis?' jawab Aisyah: 'Aku teringat akan api neraka, lalu aku menangis. Adakah engkau ingat keluargamu pada hari kiamat?' Jawab beliau: 'Tiada seorangpun akan mengingat orang lain pada tiga tempat:

1. Ketika dihadapkan pada Mizan sampai ia mengetahui timbangan amalannya
2. Pada saat menerima kitab catatan amalnya
3. Pada saat melintasi Shirath, ketika berada di atas Jahannam

(HR. Abu Daud dari Hasan Basri)

'Ahli surga adalah seratus dua puluh kelompok, delapan puluh dari umat ini dan empat puluh dari umat-umat lain.' (HR. Tirmidzi) 'Aku tidak pernah melihat sesuatu seperti surga, orang yang menginginkannya selalu lalai, dan tidak pula seperti neraka yang seharusnya takut kepadanya sering tidur (melupakannya).' (HR. Tirmidzi)



kembali ke umur ke tiga






Reblog this post [with Zemanta]
Jangan Lupa komen selepas membaca. Manusia dan islam sentiasa bersama anda.

Terima Kasih kerana bersama Manusia dan Islam.
Terdapat ralat dalam alat ini

Punca Carian

Sila Komen Dengan Berhemah

Related Posts with Thumbnails