Indomie Berbahaya atau Semua Mee Segera Berbahaya


  Indomie Berbahaya

Dalam Buletin Utama TV3 hari ini memaparkan berita mengatakan mee segera "Indomie Berbahaya" untuk dimakan ini kerana mengandungi bahan terlarang dalam mee dan perencahnya. Bahan terlarang tersebut ialah
kandungan bahan pengawet  E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) dan benzoic acid. Sebenarnya dua zat ini digunakan untuk membuat  kosmetik. Dan jika kedua zat tersebut di makan secara berlebihan boleh mengakibatkan penyakit kanser. Dan hebatnya, di Indonesia di izinkan produk mengandung unsur berbahaya itu dalam produk mi segera Indomie.

 Jika perkara ini dikesan di Taiwan bermakna mungkin semua produk indomie di Malaysia juga mengandungi bahan yang terlarang yang sama kerana pembuatan dan pembungkusan mee segera Indomie ini dilakukan di Indonesia. Tetapi yang menjadi persoalan bagi kita sebagai pengguna adakah semua produk mee segera yang ada di Malaysia kini selamat untuk di makan?


Setelah terbongkarnya kisah "Indomie Berbahaya" untuk dimakan saya menasihatkan anda semua melupakanlah untuk mengambil makanan segera yang mengandungi pengawet. Dalam kita tidak sedar ikan yang berada di pasaraya juga mengandungi bahan pengawet yang menjadikan ikan itu kelihatan segar wahal telah berminggu-minggu tersimpan di dalam peti sejuk.

RISIKO DIBALIK ZAT PENGAWET METHYLPARABEN ATAU E218

Hampir semua orang sepakat makanan yang diproses secara kimia akan berbahaya bagi tubuh jika digunakan secara berlebihan.Begitu juga dengan Methylparaben (Methyl P-Hydroxybenzoate atau E218) tetap ada risiko di balik manfaatnya.Meskipun Methylparaben bisa larut dalam air dan mudah diserap oleh saluran usus atau kulit tetap saja ada risiko jika penggunaannya berlebih.Menurut Journal of Applied Toxicology, penggunaan yang berlebihan dalam jangka waktu lama dapat membahayakan tubuh, kerana Methylparaben tidak selalu dicerna dan dikeluarkan oleh tubuh.

Ada beberapa efek negatif kesehatan dari zat pengawet Methylparaben YANG DIGUNAKAN SECARA BERLEBIHAN :


1. Kanser payudara. 

 Penggunaan Methylparaben secara berlebihan dan dalam jangka waktu lama boleh membahayakan tubuh. Zat pengawet yang tidak dicerna dan dikeluarkan oleh tubuh dapat bertindak sebagai estrogen yang kemudian menumpuk di organ reproduksi. Pada perempuan, hal ini dapat menjadikan kanser payudara. Berdasarkan hasil ujikaji yang telah diterbitkan dalam Journal of Applied Toxicology pada tahun 2004, pada beberapa kes kanser payudara didapati adanya sejumlah paraben pada jaringan kanser payudara yang diperiksa dan diujikaji.

 2. Infertilitas (ketidaksuburan) pada lelaki. 

 Paraben menyerupai hormon estrogen pada wanita dalam tubuh. Menurut ujikaji Januari 2009 yang diterbitkan dalam Journal of Reproductive Toxicology, penggunaan paraben secara berlebihan dapat menyebabkan kemandulan dan kanser prostat bagi lelaki. Ujikaji tersebut melaporkan bahwa sifat estrogenik ringan pada bahan pengawet ini dapat mengubah kesihatan sel-sel di testis, yang pada akhirnya menyebabkan jumlah sperma lebih rendah dan potensi reproduksi berkurang.

3. Alergik. 

 Pada sebagian orang yang sentisif terhadap Methylparaben dapat menyebabkan alergi. Orang yang alergi paraben bisa mengalami dermatitis dan iritasi kulit bila mengalami kontak dengan zat pengawet tersebut. Meski hal ini tidak terjadi pada kebanyakan orang, beberapa individu yang rentan terhadap alergi kulit, eksim dan rosacea (kondisi kulit kronis yang ditandai dengan kemerahan) sebaiknya menghindari penggunaan produk dengan zat pengawet paraben.

 4. Gangguan pencernaan. 

 Penggunaan Methylparaben dalam dos tinggi juga dapat menyebabkan gangguan pada saluran percernaan.

5. Gangguan pernafasan. 

 Selain gangguan pencernaan, penggunaan Methylparaben dalam dos tinggi juga dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan, seperti menyebabkan sakit kerongkong, batuk dan kesukaran  bernapas.

Semoga anda lebih berhati-hati apabila mengambil makanan supaya kesihatan kita lebih terjamin.


Postingan terkait: